28 C
Semarang
Rabu, 21 Januari 2026

Momok Derbi London Utara

JATENGPOS.CO.ID,  KORSEL – Son Heung-min secara resmi mengumumkan bahwa dirinya akan meninggalkan Tottenham. Pernyataan tersebut disampaikan dalam suasana penuh emosi saat konferensi pers jelang laga uji coba antara Spurs dan Newcastle United di Korea Selatan, Sabtu (02/08/2025).

Kabar mengejutkan datang dari Tottenham Hotspur. Kapten sekaligus ikon klub, Son Heung-min, resmi mengumumkan kepergiannya setelah mengabdi selama satu dekade. Pemain asal Korea Selatan itu menyampaikan keputusannya menjelang laga uji coba melawan Newcastle United di tanah kelahirannya.

Dalam konferensi pers yang emosional, pelatih kepala Spurs, Thomas Frank, memberikan penghormatan besar kepada Son dan menyebut bahwa kepergian sang bintang datang dengan timing yang sempurna.

Son Heung-min, yang kini berusia 33 tahun, menegaskan ia telah mencapai semua yang ia bisa di London Utara. Setelah musim lalu menjadi kapten pertama yang mengangkat trofi Eropa bagi Spurs, dengan menjuarai Liga Europa, ia merasa kini saatnya mencari tantangan baru.

“Dia sudah berada di sini selama 10 tahun, bukan hanya 10 tahun tapi 10 tahun yang luar biasa,” ujar Thomas Frank, dikutip dari Football London.

“Ia benar-benar legenda Spurs dalam segala hal. Menurut saya, dia salah satu winger terbaik yang pernah bermain di Premier League,” lanjut sang pelatih.

Meski ditanya soal masa depan kariernya, Son memilih untuk tidak membicarakan transfer. Fokus utamanya saat ini hanya laga melawan Newcastle United.

Namun, laporan terbaru menyebutkan ia sangat mungkin bergabung dengan klub Major League Soccer (MLS), Los Angeles FC, menggantikan Olivier Giroud yang telah kembali ke Eropa bersama Lille. Klub-klub dari Liga Pro Saudi juga dikabarkan tertarik, tetapi preferensi utama Son adalah bermain di MLS.

Selama 10 tahun membela Spurs, Son mencatatkan 173 gol dari 454 penampilan, menjadikannya pencetak gol terbanyak kelima sepanjang masa klub, sekaligus pemain asing dengan gol terbanyak dalam sejarah Tottenham. Ia juga mengoleksi 101 assist.

Baca juga:  Satu Kaki Madrid di Perempatfinal

Puncak prestasinya datang pada musim 2021/2022, ketika ia menjadi pemain Asia pertama yang memenangkan Golden Boot Premier League, berbagi penghargaan dengan Mohamed Salah. Dua tahun sebelumnya, ia juga meraih FIFA Puskás Award atas gol solo ikoniknya melawan Burnley.

Kepastian hengkangnya Son Heung-min dari Tottenham Hotspur disambut lega oleh Arsenal. Setelah satu dekade menjadi momok bagi rival sekota, pemain asal Korea Selatan itu memutuskan mencari tantangan baru, dengan Los Angeles FC disebut-sebut sebagai tujuan berikutnya.

Son mengumumkan kepergiannya usai laga uji coba pramusim kontra Arsenal di Hong Kong atau jelang melawan Newcastle United, juga dalam laga pramusim.

“Saya hanya ingin berbagi bahwa saya telah memutuskan untuk meninggalkan klub ini musim panas ini. Dengan segala hormat, klub mendukung keputusan saya,” ujar Son dalam sesi konferensi pers di negaranya, Korea Selatan.

Kendati dianggap memasuki fase akhir kariernya, kepergian Son tetap menjadi kabar baik bagi Arsenal. Pemain yang dikenal sebagai satu di antara senjata paling tajam Spurs itu punya catatan mengesankan saat menghadapi The Gunners, mencetak sembilan gol dan empat assist dalam 22 pertemuan.

Walau Arsenal mencatat 10 kemenangan, enam kekalahan, dan enam hasil imbang saat menghadapi Spurs yang diperkuat Son, laga-laga di mana Arsenal gagal menang kerap dipengaruhi langsung oleh performa pemain berusia 32 tahun itu.

Son baru mencetak gol pertamanya ke gawang Arsenal pada pertemuan ke-10, dalam laga yang dimenangkan Spurs 2-1 pada 2020, yang juga jadi pertemuan perdana antara Jose Mourinho dan Mikel Arteta.

Namun, laga paling menyakitkan terjadi pada Mei 2022. Saat Arsenal hanya butuh hasil imbang untuk mengamankan tiket Liga Champions, Spurs justru menang telak 3-0, dan Son mencetak satu gol serta menyumbang satu assist.

Baca juga:  Barca Bidik Juara

Kekalahan itu jadi pukulan besar, diperparah dengan tumbangnya Arsenal di laga berikutnya kontra Newcastle, semua terekam dalam dokumenter Amazon Prime.

Sejak kekalahan tersebut, Arsenal berhasil bangkit dengan dominasi dalam derbi London Utara: lima kemenangan dan satu hasil imbang. Di laga imbang 2-2 itulah Son mencetak dua gol terakhirnya ke gawang Meriam London.

Kepergian Son mengikuti jejak Harry Kane, yang lebih dulu hengkang ke Bayern Munchen. Ini menjadi mimpi buruk nyata bagi Tottenham yang kini memasuki era baru di bawah pelatih Thomas Frank, menyusul finis mengecewakan di posisi ke-17 musim lalu.

Meski gagal mendatangkan Morgan Gibbs-White, Spurs diyakini masih punya daya beli di bursa transfer. Selain itu, performa menjanjikan Wilson Odobert dalam laga kontra Arsenal bisa menjadi solusi internal yang patut dipertimbangkan.

Pertemuan perdana Arsenal dan Tottenham di musim baru dijadwalkan berlangsung di Emirates Stadium pada 22 November mendatang. Laga tersebut akan jadi derbi pertama dalam satu dekade terakhir tanpa kehadiran Son maupun Kane di kubu Spurs.

Setelah satu dekade membela klub asal London Utara itu, Son merasa sudah saatnya untuk membuka lembaran baru dalam kariernya.

“Saya telah memutuskan untuk meninggalkan klub musim panas ini. Dengan hormat, klub membantu saya dengan keputusan ini. Itu adalah keputusan tersulit yang pernah saya buat dalam karier saya. Kenangan yang luar biasa,” ujar Son sambil menahan emosi.

Langkah selanjutnya dalam karier Son diperkirakan akan membawanya ke Amerika Serikat, tepatnya ke Major League Soccer (MLS). Los Angeles FC tengah berada dalam tahap akhir negosiasi transfer senilai £15 juta.

Disebutkan bahwa kesepakatan pribadi hampir tercapai, dan Son juga dikabarkan telah menolak tawaran besar dari sejumlah klub Liga Pro Saudi demi bermain di kompetisi yang lebih kompetitif dan menjanjikan secara komersial. (bol/riz)


TERKINI

John Herdman Perlu Belajar dari Guus Hiddink

Drama Pahit Keluarga Beckham

Ancaman Serius The Reds

Rekomendasi

...

The Reds Rotasi Pemain

Kebangkitan Wales

Usai Libas Bintang Timur 6-0, Nanti Sore...

Persija Jakarta vs PSIS Semarang