30 C
Semarang
Sabtu, 7 Maret 2026

Bank Indonesia Perkuat Ekosistem Transaksi Mata Uang Lokal

Dorong Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

JATENGPOS..CO.ID, SOLO– Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kota Surakarta menyelenggarakan Sosialisasi Local Currency Transaction (LCT). Kegiatan bertema “Local Currency Ecosystem untuk Pertumbuhan Ekonomi yang Tangguh dan Berkelanjutan” ini menjadi wujud komitmen bersama memperkuat ketahanan ekonomi nasional melalui optimalisasi penggunaan mata uang lokal.

LCT diharapkan mampu mempermudah transaksi lintas batas, mendorong integrasi keuangan, serta membangun ekosistem ekonomi yang inklusif, stabil, dan berkelanjutan. Sosialisasi ini juga menjadi ruang sinergi antar lembaga guna meningkatkan pemahaman, memperkuat koordinasi, dan menyelaraskan langkah para pemangku kepentingan di daerah.

Acara dihadiri Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta; Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani; Kepala Perwakilan BI Jawa Tengah, Rahmat Dwisaputra; Kepala Departemen Internasional BI, Yoga Affandi; Direktur Fasilitasi Ekspor dan Impor Kementerian Perdagangan, Bayu Nugroho; Perwakilan DJBC Jateng-DIY, serta Kepala Perwakilan BI Solo, Dwiyanto Cahyo Sumirat.

Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta menjelaskan, LCT adalah langkah nyata memperkuat resiliensi perekonomian melalui diversifikasi mata uang. Penggunaan LCT memberi manfaat nyata bagi dunia usaha, antara lain menekan biaya transaksi, mempercepat proses, dan mengurangi risiko nilai tukar.

“Jawa Tengah dengan basis industri besar memiliki potensi kuat untuk mengoptimalkan LCT, mulai dari kawasan industri Batang dan Kendal, mebel Jepara, batik Pekalongan, hingga garmen, pangan olahan, serta komponen otomotif dan elektronik ringan,” jelasnya.

Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas implementasi LCT. Menurutnya, Pemerintah Kota Surakarta siap bersinergi dengan BI, kementerian terkait, perbankan, dan dunia usaha agar kebijakan ini benar-benar memberi manfaat bagi perekonomian lokal dan nasional.

Kepala Perwakilan BI Jawa Tengah, Rahmat Dwisaputra mengungkapkan, ekspor Jawa Tengah terus menunjukkan tren positif. Sepanjang Januari–Juni 2025, ekspor Jawa Tengah tumbuh 8,2 persen, lebih tinggi dari pertumbuhan ekspor nasional sebesar 7,7 persen.

“Bahkan pada 2024, Jawa Tengah berhasil menembus 10 besar provinsi dengan nilai ekspor dan jumlah eksportir tertinggi,” paparnya.

Melalui sosialisasi LCT yang dihadiri pelaku usaha ekspor-impor, perbankan, akademisi, dan instansi terkait, BI berharap terbentuk hubungan strategis dan komitmen solid antara pemerintah, dunia usaha, dan perbankan. Langkah ini diyakini akan memperkuat ekosistem penggunaan mata uang lokal untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang tangguh dan berkelanjutan.(aln)



TERKINI

Rekomendasi

...