31 C
Semarang
Sabtu, 28 Februari 2026

OJK Jawa Tengah Ajak Polri Jadi Duta Literasi Keuangan

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG– Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Tengah mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan melalui sinergi bersama jajaran Kepolisian. Program edukasi ini menyasar ribuan personel Polri agar mampu mengelola keuangan dengan bijak sekaligus melindungi masyarakat dari praktik keuangan ilegal.

Kegiatan bertema “Pengelolaan Keuangan dan Perlindungan Konsumen” digelar di Gedung Borobudur Polda Jawa Tengah. Acara berlangsung secara hybrid dengan melibatkan jajaran Polda, Polres, Polsek, hingga Bhabinkamtibmas dari seluruh provinsi.

Sebanyak lebih dari 4.800 personel mengikuti kegiatan yang menghadirkan Kepala Departemen Pelindungan Konsumen OJK, Rudy Agus P. Raharjo. Materi yang dibahas meliputi pengelolaan keuangan, pencegahan investasi dan pinjaman online ilegal, penipuan jasa keuangan, hingga bahaya judi daring.

Baca juga:  Wuling Mulai Pasarkan Almaz RS di Kota Semarang

“Melalui kegiatan ini, kami berharap jajaran Polri, khususnya Bhabinkamtibmas, dapat berperan sebagai duta literasi keuangan yang tidak hanya memahami materi, tetapi juga menyebarkannya kepada masyarakat di wilayah tugas masing-masing,” ujar Rudy.

Rudy menekankan, literasi keuangan menjadi benteng bagi masyarakat untuk menghindari jebakan praktik keuangan yang merugikan. Dukungan Polri dinilai penting agar edukasi dapat menjangkau hingga komunitas terkecil di desa.

Selain OJK, edukasi juga diisi oleh Bank Indonesia (BI) Jawa Tengah yang memaparkan tentang keaslian Rupiah dan pemanfaatan QRIS. Sementara BPD Jateng memperkenalkan berbagai produk dan layanan perbankan yang aman bagi masyarakat.

Turut hadir Kepala OJK Provinsi Jawa Tengah Hidayat Prabowo, Kompol Putri Nur Khofifah dari Polda Jateng, serta perwakilan BI dan BPD Jateng. Kehadiran para pemangku kepentingan ini memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam memperluas literasi keuangan.

Baca juga:  Irwan Hidayat : Indonesia Butuh Pahlawan Pengisi Kemerdekaan

OJK menegaskan kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah nyata menjadikan aparat Polri sebagai agen edukasi keuangan. Dengan begitu, masyarakat dapat lebih cerdas memanfaatkan layanan keuangan sekaligus terhindar dari penipuan.

Seluruh peserta diharapkan mampu menjadi perpanjangan tangan OJK dalam menyampaikan literasi keuangan ke masyarakat. Harapannya, semakin banyak warga yang terlindungi dan mampu mengelola keuangan secara sehat.(aln)



TERKINI

Rekomendasi

...