25 C
Semarang
Sabtu, 7 Maret 2026

Ahmad Luthfi Buktikan Komitmen Kesehatan dengan Keberhasilan Program Speling Melesat

JATENGPOS. CO. ID, SEMARANG – Program kesehatan Speling Melesat yang digagas oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi kini menunjukkan hasil nyata dalam meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan di wilayah pedesaan. Diluncurkan sebagai bagian dari strategi percepatan penurunan kasus tuberkulosis (TB) dan pelayanan kesehatan dasar, program ini berhasil menjangkau ribuan warga di pelosok Jawa Tengah dengan pendekatan yang lebih humanis, langsung, dan tepat sasaran.

Speling Melesat, singkatan dari Spesialis Keliling Mendekatkan Layanan Kesehatan kepada Masyarakat, bukan sekadar jargon. Program ini menyasar desa-desa dengan menurunkan dokter spesialis langsung ke lapangan. Layanan yang diberikan pun sangat lengkap: pemeriksaan ibu hamil, deteksi dini kanker serviks, kesehatan jiwa, penanganan stunting, hingga deteksi tuberkulosis — semuanya dilakukan secara gratis dan komprehensif.

Keberhasilan ini tidak datang begitu saja. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah per 30 September 2025, program Speling Melesat telah menjangkau 560 desa dengan 62.169 jiwa terlayani. Angka ini merupakan capaian luar biasa dalam waktu yang relatif singkat, mencerminkan efektivitas strategi kolaboratif antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, serta fasilitas kesehatan swasta dan negeri.

Baca juga:  Ada Kecocokan Program, Relawan Sayap Katulistiwa Dukung Yoyok-Joss di Pilwakot Semarang

Salah satu inovasi yang menyertai program ini adalah TB Express yang memungkinkan deteksi cepat tuberkulosis menggunakan X-Ray Portable Rapid Early Screening System. Dari hasil skrining, tercatat 9.140 orang telah diperiksa, 1.847 melakukan rontgen dada, dan sebanyak 626 orang teridentifikasi dengan hasil sugestif TB. Proses lanjutannya pun jelas dan terstruktur, melalui pemeriksaan Tes Cepat Molekuler (TCM) dan pengobatan sesuai protokol nasional.

Dalam konteks Indonesia sebagai negara dengan beban tuberkulosis tertinggi kedua di dunia, langkah ini bukan hanya responsif, melainkan sangat strategis. Dengan target nasional eliminasi TB pada tahun 2030, pendekatan seperti Speling Melesat dan TB Express menjadi model ideal untuk direplikasi di daerah lain.

Ahmad Luthfi pernah menegaskan bahwa indikator kemiskinan sering kali berakar dari rendahnya akses terhadap layanan kesehatan dasar. Melalui Speling Melesat, beliau menunjukkan bahwa intervensi kesehatan bukan sekadar tugas medis, tetapi juga bagian integral dari agenda pengentasan kemiskinan dan peningkatan produktivitas masyarakat.

Baca juga:  GIPI Jateng, Sikapi Bijak Dampak Omicron

Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa Ahmad Luthfi tidak hanya membangun Jawa Tengah secara fisik, tetapi juga memperkuat fondasi sosial dan kesehatan warganya. Program Speling Melesat adalah bukti konkret bahwa pendekatan pelayanan yang mendekatkan diri kepada masyarakat mampu memberikan hasil yang signifikan.

Ke depan, keberlanjutan program ini patut menjadi perhatian bersama. Kolaborasi lintas sektor dan sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, serta partisipasi masyarakat akan menjadi kunci keberhasilan yang lebih besar.

Ahmad Luthfi telah memulai langkah besar. Kini saatnya semua pihak bergerak bersama agar visi Jawa Tengah sehat dan sejahtera benar-benar menjadi kenyataan.

Oleh :
Gouw Ivan Siswanto, S.H., M.Th.
Senior FO Gus Yasin Institute



TERKINI

Rekomendasi

...