JATENGPOS.CO.ID, KARANGANYAR- Bikers Honda Vario memang sudah tidak diragukan lagi kekompakannya, pasalnya pada Sabtu lalu (18/04/26) para bikers ini sukses melaksanakan Sunday Morning Ride (Sunmori) yang diikuti 30 bikers dan Vario Night Ride (Rolling city menggunakan Honda Vario pada malam hari) dengan diikuti 300 bikers.
Acara yang diinisiasi oleh Honda Community Jateng ini berlangsung dari titik kumpul Shuga Bar De Tjolomadoe sambil mengundang para bikers untuk menyaksikan Laki Code/event modifikasi motor Honda regional yang berlangsung disana.
Rute kegiatan ini dimulai dari Shuga Bar De Tjolomadoe menuju ke perempatan Kartasura, menyusuri jalanan hingga lampu merah Farokah Solo, lanjut lurus ke lampur merah Fajar Indah, dan kembali lagi ke titik awal di Shuga Bar De Tjolomadoe untuk pelaksaan Komunitas Gathering, Fun Games, dan menikmati panggung hiburan dengan special performance dari DJ Ranny.
PIC Honda Community Jawa Tengah Rendi Pradipta menyebutkan semua komunitas yang tergabung yaitu Vario Kudus, Vario Matic Club Solo (VMACS), HPNC Solo Raya, Click.id, Matic Trans Jawa, Scoopy Plat AD, Ampibi Gank, PMHW, Stylo Solo Raya, Vario125 Facelift Klaten, Matic Pandawa Boyolali, Guardians Matic Surakarta, Ladies Matic SoloRaya, Solo Matic Kota Jamu, ADGank, Matic Plat AD, W9ank.
“Kegiatan Vario Night Ride ini sebenarnya sudah berjalan di Semarang sebelumnya dan antusiasmenya sangat tinggi. Ternyata di Solo, para bikers Vario ini animonya sangat ramai dan responnya sangat positif sehingga kegiatan ini berjalan lancar,” ujar Rendi.
Meski bikers Honda Vario ini jumlahnya sangat banyak, namun mereka tetap tertib dan mendengarkan saran dari Instruktur Safety Riding Astra Motor Jateng terkait pemakaian safety riding gear lengkap dan touring yang baik sehingga pergi hingga pulang perjalanan bisa lancar dan menyenangkan.
“Ternyata sensasi Night Ride menggunakan motor Honda Vario diikuti ratusan bikers itu keren dan asik! Acara seru, juga tidak monoton. Semoga dalam waktu dekat bisa dicanangkan kembali ide Vario Night Ride ini di Solo karena peserta dan antusias disini terbilang tinggi,” respon Bima dari Komunitas Stylo Solo Raya.(aln)















