27 C
Semarang
Minggu, 25 Januari 2026

Hadapi Fluktuasi Pasar Global, Industri Mebel Soloraya Kebut Transformasi Teknologi

JATENGPOS.CO.ID, SOLO – Industri mebel Indonesia, khususnya di Soloraya, menghadapi tantangan berat akibat fluktuasi di pasar global. Ancaman dari kebijakan luar negeri, seperti potensi penetapan tarif dari Amerika Serikat, menuntut pelaku usaha untuk segera meningkatkan efisiensi dan daya saing.

Menanggapi kondisi ini, Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Soloraya, di bawah kepemimpinan Ketua terpilih Haryanto, menegaskan fokus utama pada transformasi teknologi di kalangan anggotanya. Haryanto, yang kembali terpilih secara aklamasi, akan memimpin sekitar 140 anggota HIMKI Soloraya dengan target peningkatan produktivitas dan efektivitas kerja.

“Saat ini banyak tantangan, termasuk tarif dari Amerika. Kita harus selalu mengedepankan potensi, termasuk harus masuk ke teknologi,” ujar Haryanto.

Meskipun 90% anggota HIMKI Soloraya sudah berorientasi ekspor, Haryanto menyatakan bahwa fokus utama transformasi diarahkan pada anggota skala menengah ke bawah. Anggota skala besar umumnya telah mengadopsi teknologi dan minim masalah, namun UMKM masih rentan.

Baca juga:  Panenan Kolam Ikan Polsek Polokarto Dibagikan untuk Warga Isoman 

“Kami fokus ke menengah ke bawah. Kendalanya sering mengalami komplain dan keterlambatan pengiriman ekspor karena lambatnya produksi,” jelas Haryanto.

Transformasi teknologi dinilai menjadi solusi agar mebel lokal tidak hanya gencar memamerkan produk, tetapi juga unggul di lini produksi. HIMKI telah membentuk tim yang bertugas mengimpor teknologi produksi, utamanya dari Tiongkok, untuk didistribusikan kepada anggota. Adopsi teknologi diharapkan mampu menjamin ketepatan waktu pengiriman dan kualitas produk.

Haryanto mengapresiasi dukungan pemerintah melalui fasilitas restrukturisasi dan diskon pembelian mesin. Namun, ia menyuarakan harapan agar skema bantuan tersebut dapat dibedakan.

“Diskonnya harusnya dibedakan. Harusnya yang 4 M ke bawah (UKM terkecil) yang mau masuk ke teknologi harus mendapat restruktur yang lebih besar,” kritiknya.

Baca juga:  FORSGI Cup I Sukoharjo, Festival Sepakbola Jaring Atlet Sejak Dini

Saat ini, diakui Haryanto, baru sekitar 20% anggota yang memanfaatkan program restrukturisasi tersebut. Ke depan, HIMKI berkomitmen terus mendorong anggotanya untuk bertransformasi demi menjaga daya saing industri mebel Soloraya di pasar global.

Dalam agenda Musda HIMKI Soloraya yang digelar di Grand Mercure Solo baru tersebut juga dihadiri oleh Bupati Sukoharjo Etik Suryani yang turut mendukung upaya transformasi teknologi HIMKI.

“Pemkab Sukoharjo akan terus berkomitmen dalam memberikan dukungan optimal, baik berupa fasilitasi kemudahan perizinan, akses permodalan, pelatihan, maupun penyediaan infrastruktur yang mendukung keberlangsungan usaha. Sinergi yang solid antara pemerintah dan organisasi seperti HIMKI sangat kami harapkan agar program-program pengembangan industri ini dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan,” tandas Bupati Sukoharjo. (dea)



TERKINI

Grow with NutriSari Temani UMKM Tumbuh Bersama

Rekomendasi

...