26 C
Semarang
Kamis, 16 April 2026

Ketua DPRD Solo Menyayangkan Aksi Massa Bakar Gedung DPRD




JATENGPOS.CO.ID, SOLO- Kericuhan yang terjadi dalam aksi solidaritas pengemudi ojek online di Solo, Jumat (29/8/2925) sore berujung pada insiden tragis. Awal aksi didepan Mako Brimob Solo yang merembet ke Gladag dan sepanjang jalan Slamet Riyadi, akhirnya juga menuju kantor DPRD Solo.

Gedung Kantor Sekretariat Dewan (Setwan) DPRD Kota Solo hangus terbakar pada Sabtu dini hari (30/8/2025), sekitar pukul 01.00 WIB. Kebakaran ini merupakan dampak dari aksi anarkis yang dilakukan massa sejak Jumat siang.

Kondisi bangunan gedung Setwan DPRD Solo terlihat tinggal kerangka, Sabtu (30/8/2025). FOTO:ADE UJIANINGSIH/JATENGPOS

Menurut informasi api yang melalap gedung dengan cepat membesar hingga ke bagian atap. Kobaran api juga menjalar ke sayap kanan gedung, di mana kantor pimpinan DPRD berada.

Baca juga:  Punya Prospek Tinggi, Taj Yasin Tawarkan Investasi Pariwisata di Jateng ke Investor Luar Negeri

Selain membakar gedung, massa juga merusak fasilitas publik di sekitar area DPRD.


Ketua DPRD Solo, Budi Prasetyo, menyatakan menyayangkan aksi massa tersebut, sebelum kejadian pihaknya tidak mendapat pemberitahuan terkait rencana aksi di DPRD.

“Tidak ada informasi ke DPRD berkaitan dengan rencana aksi lanjutan, makanya kita biasa, termasuk pengamanan di DPRD juga tidak ada persiapan pengamanan secara khusus,” jelas Budi saat meninjau lokasi, Sabtu (30/8/2025).

Kondisi bagian dalam gedung Setwan DPRD Solo yang tinggal rangka, Sabtu (30/8/2025). FOTO:ADE UJIANINGSIH/JATENGPOS

Menurut Budi, situasi semakin tidak terkendali setelah massa tiba di DPRD. Ia melihat banyak dari mereka yang tidak lagi mengenakan atribut ojek online.

“Kita tidak bisa mengira darimana. Hanya ada persiapan dari teman-teman Pamdal, tapi massa luar biasa tak terkendali dan cenderung anarkis,” tambahnya.

Baca juga:  Pendaki Bukit Mongkrang Ditemukan, Sekda Jateng Sampaikan Duka Mendalam

Akibatnya, sejumlah fasilitas umum di sekitar gedung dirusak, termasuk neon box, papan nama DPRD, dan pos satpam.

“Kondisi pagi ini seperti ini,” ujar Budi.

Pihak DPRD memastikan tidak ada pengamanan tambahan dari aparat karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya.

“Biasanya kalau ada penyampaian aspirasi selalu kita terima, tidak pernah kita menolak,” pungkas Budi. (dea/muz)




TERKINI




Rekomendasi

...