24 C
Semarang
Minggu, 1 Maret 2026

BEI Jateng Ajak Masyarakat Bangun Soft Skill Finansial

JATENGPOS.CO.ID,  SEMARANG – Menuju kemandirian finansial tak cukup hanya dengan penghasilan tetap. Setiap orang perlu membangun kebiasaan dan soft skill dalam mengelola keuangan secara bijak.

Hal itu disampaikan Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Jawa Tengah, Fanny Rifqi, dalam Business Gathering bertema “Kesehatan Mental dan Kesejahteraan Finansial” di Hotel Grasia Semarang, Rabu (29/10).

Kegiatan tersebut juga menghadirkan Hamargomurni, S.Psi, Psikolog dari Amino Hospital, serta Vincentia Grannita, Analis Senior OJK Jateng. Ketiganya membahas pentingnya literasi keuangan dan keseimbangan mental dalam mencapai kesejahteraan.

Fanny menegaskan, kemampuan mengelola keuangan sejak dini menjadi pondasi menuju kesejahteraan finansial.

“Bagaimana kita membangun soft skill bahwa uang itu harus kita pelajari,” ujarnya.

Baca juga:  PLN Hadir di Grand Maerakaca Fair 2022

 

Ia mencontohkan, mencatat setiap pengeluaran adalah latihan sederhana yang membentuk disiplin finansial.

“Makan siang pun saya catat. Itu bukan tekanan, tapi kebiasaan positif,” tambahnya.

 

Menurutnya, BEI Jateng memiliki program Sekolah Pasar Modal (SPM) sebagai sarana belajar investasi saham dan reksa dana. Program ini membantu masyarakat memahami risiko sekaligus potensi keuntungan investasi.

“Risiko tidak bisa dihilangkan, tapi bisa diminimalkan. Itulah yang kita pelajari di investasi,” jelas Fanny.

 

Ia menjelaskan tiga level kecerdasan finansial: cerdas menghabiskan uang, cerdas menyisihkan uang, dan cerdas meningkatkan nilai uang melalui investasi.

“Ubah uang tunai menjadi aset agar nilainya terus meningkat,” tegasnya.

 

Fanny menambahkan, keselarasan antara profil risiko dan pilihan instrumen menjadi kunci investasi yang sehat.

Baca juga:  Liburan, KAI Daop 4 Layani 124 Ribu Pelanggan

“Kalau tak nyaman dengan saham, bisa pilih obligasi atau reksa dana obligasi yang lebih stabil,” ujarnya.

 

Sementara itu, Psikolog Hamargomurni mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan mental dalam menghadapi tekanan finansial.

“Kecemasan itu membodohkan. Wajar merasa cemas, tapi jangan biarkan berlarut,” katanya.

 

Dari sisi perlindungan konsumen, Vincentia Grannita menegaskan, OJK terus meningkatkan edukasi keuangan agar masyarakat tak mudah tertipu pinjol ilegal.

“Kuncinya dua L: Legal dan Logis,” tandasnya.



TERKINI

Rekomendasi

...