26 C
Semarang
Minggu, 25 Januari 2026

Dukung MBG, Ratusan Ponpes di Jateng Komitmen Hadirkan SPPG Terbaik

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Ratusan pondok pesantren (Ponpes) di Jawa Tengah berkomitmen menghadirkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terbaik dalam mendukung program makan bergizi gratis (MBG).

Hal itu ditegaskan Ketua Asosiasi Pengasuh Ponpes Jateng, KH M Yusuf Chudlori dalam Rapat Koordinasi Daerah sosialisasi pembangunan tahap II program 1.000 dapur SPPG Pesantren di Jateng, yang digelar di Semarang, Kamis (30/10).

Sosok yang akrab disapa Gus Yusuf ini menambahkan, keberadaan SPPG di pesantren akan sangat efektif dalam meningkatkan gizi para santri.

“Santri juga tidak akan pilah-pilih menu, dan pasti dihabiskan karena tidak bisa dibawa pulang. Sehingga jelas manfaatnya,” ujarnya.

Gus Yusuf juga menegaskan, keberadaan SPPG Pesantren juga akan tetap memenuhi standar yang ditetapkan.

Baca juga:  UNW Bersholawat: Hadirkan Habib Zaidan, Tebar Kebaikan Berjamaah

“Aturan yang ditetapkan harus kita taati dan laksanakan, kita jaga dan rawat bersama,” sebutnya.

Meski demikian, Gus Yusuf mengajak SPPG Pesantren di Jateng ini satu komando sehingga pengawasan, maupun peningkatan kualitas layanan terjaga.

“Saya sendiri yakin Ponpes punya pengalaman panjang melayani santri, namun kita sistemkan sehingga semuanya semakin baik dan sesuai aturan yang ditetapkan,” jelasnya.

Gus Yusuf pun mengajak para kiai dan ibu nyai untuk mensukseskan program MBG ini.

“Semangat melayani, mulang ngaji, juga mensukseskan program pemerintah,” terangnya.

Ketua Komite Percepatan Pemberdayaan Masyarakat Kemenko Pemberdayaan Masyarakat (PM) Badrut Tamam mengatakan, cita-cita besar Menko PM Muhaimin Iskandar adalah bagaimana pesantren terus bergerak dan terlibat dalam pemberdayaan masyarakat.

Tamam mencontohkan, saat membangun satu SPPG butuh 47 pekerja dari masyarakat sekitar Ponpes.

Baca juga:  Kesimpulan Pansus Angket, Relokasi Pasar Pagi Kebijakan Sembrono

“Kalau kemudian ada 118 saja, maka sudah 5.546 masyarakat ikut bekerja membangun SPPG ini,” terangnya.

Menurut Tamam, koordinasi ini dilakukan agar pembangunan SPPG Pesantren di Jateng sudah bisa dimulai November ini, dan Desember akhir sudah operasional.

“Semua syarat administrasi kita penuhi, sehingga keberadaannya benar-benar sesuai aturan yang ditetapkan,” terangnya.

Rakor juga menghadirkan perwakilan Kodam IV Diponegoro yang selama ini ikut menjadi bagian pengelolaan SPPG. Selain sebagai sinergitas juga bagian berbagi pengalaman.

Waaster Kasdam IV/Diponegoro, Letkol Inf Dipo Sambung Lumban Gaol mengapresiasi keterlibatan pesantren dalam program MBG.

“Apapun kendalanya di lapangan tentu harus dihadapi. Niat kita adalah memberikan yang terbaik bagi bangsa,” tandasnya. (rit)



TERKINI

Rekomendasi

...