25 C
Semarang
Selasa, 13 Januari 2026

Bawaslu Gandeng Mahasiswa Perkuat Pengawasan Partisipatif

JATENGPOS.CO.ID, SUKOHARJO – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sukoharjo semakin aktif merangkul akademisi dan mahasiswa sebagai garda terdepan pengawasan partisipatif. Upaya ini ditegaskan sebagai kunci untuk mewujudkan demokrasi yang beradab dan berintegritas.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan “Sosialisasi Penguatan Moderasi Beragama Pada Mahasiswa UIN Raden Mas Said Surakarta”, Selasa (18/11). Acara yang menarik ini dibuka oleh Dr. Bakhrul Amal, SH. MKn, yang mewakili Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta.

Koordinator Divisi (Kordiv) Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Sukoharjo, Eko Budiyanto, dalam kesempatan itu menekankan bahwa pengawasan partisipatif merupakan elemen fundamental untuk mewujudkan moderasi demokrasi yang terawasi, memastikan setiap tahapan Pemilu berjalan jujur dan beradab.

“Pemilu yang berintegritas tidak akan pernah tercapai tanpa adanya keterlibatan aktif dari masyarakat, terutama kelompok intelektual muda,” tandas Eko.

Baca juga:  UNS Salurkan Santunan Rp 54 Juta untuk Mahasiswa Terdampak di Sumatera

Menurut Eko, mahasiswa Fakultas Adab dan Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta memiliki modal literasi dan sensitivitas etika yang sangat dibutuhkan, khususnya dalam mengawal proses dari ancaman narasi hoaks dan politik identitas yang merusak.

“Demokrasi kita harus beradab. Adab itu tidak bisa hadir sendirian, melainkan harus dikawal oleh mata dan telinga yang peka terhadap nilai kebenaran,” imbuhnya.

Selain dari Bawaslu, kegiatan ini turut menghadirkan pemateri Rifqi Fairuz, M.A., seorang Dosen UIN Salatiga. Rifqi Fairuz menyampaikan bahwa nilai-nilai moderasi beragama, seperti toleransi, anti-kekerasan, dan komitmen kebangsaan, memiliki irisan kuat dengan prinsip demokrasi yang jujur dan adil.

Ia menegaskan, pengawasan Pemilu bukan hanya soal teknis, melainkan juga soal etika dan moralitas.

Baca juga:  Ahmad Luthfi: Semakin Banyak Sekolah Unggulan, Semakin Baik

“Ketika mahasiswa mengawasi, mereka membawa serta nilai moderasi, memastikan proses politik bebas dari ekstremisme dan fitnah, sehingga kualitas demokrasi kita meningkat secara substansial,” pungkas Rifqi Fairuz.

Dengan sinergi antara Bawaslu dan UIN Raden Mas Said Surakarta ini, diharapkan terbentuknya ekosistem pengawasan yang kuat dan merata di Kabupaten Sukoharjo.

Kolaborasi ini menjadi simbol bahwa upaya menjaga marwah demokrasi adalah tugas bersama yang membutuhkan integrasi antara penegakan hukum kepemiluan dan penguatan nilai-nilai etika serta agama, demi terwujudnya Pemilu yang luber, jurdil, dan mampu menghasilkan pemimpin yang kredibel. (dea/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...