26 C
Semarang
Rabu, 14 Januari 2026

Mendikdasmen Abdul Mu’ti Tegaskan ‘Deep Learning’ Bukan Kurikulum

JATENGPOS.CO.ID, KARANGANYAR – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pembelajaran mendalam atau Deep Learning merupakan pendekatan dalam pembelajaran. Bukan kurikulum. Menurutnya, masih banyak guru yang keliru memahami bahwa deep learning ini merupakan kurikulum. Padahal deep learning ini hanya pendekatan saja.

“Jadi kendala Deep Learning itu kan butuh waktu pelatihan yang lama dan guru itu belum move on menganggap deep learning ini kurikulum. Padahal deep learning ini pendekatan,” kata Abdul Mu’ti usai membuka Seminar Internasional Pendidikan 2025: Pembelajaran Mendalam untuk Wujudkan Pendidikan Bermutu bagi Semua di D’tjolomadoe, Kamis (20/11).

Karena itu merupakan pendekatan, makanya untuk kurikulumnya bebas, bisa menggunakan Kurikulum Merdeka atau Kurikulum 2013. Sehingga para guru diminta tidak perlu ada kekhawatiran bahwa pendekatan ini akan berhenti di tengah jalan. Karena semua sudah dipersiapkan.

Baca juga:  Tolak Geothermal, Warga Terdampak dan Relawan Bakal Buat Petisi

Abdul Mu’ti juga mengungkapkan bahwa gagasannya tentang deep learning, tujuannya untuk melakukan perbaikan pendidikan, dan hal itu dapat dimulai dari kelas. Sehingga nantinya di sekolah mengajarkan yang mendasar untuk menumbuhkan belajar siswa di luar kelas. Ia juga mengajari para guru peserta seminar agar menerapkand deep learning dengan 7 kebiasaan anak Indonesia hebat, yakni mulai dari bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat.

“Anak bisa dilatih pengamatan lingkungan. Berapa warna yang bisa ditangkap. Minta teman lain untuk mengamati. Sehingga pembelajaran berhitung tetap menyenangkan sambil belajar warna,” ujar Abdul Mu’ti.

Lebih lanjut ia juga menerangkan kenapa dalam Deep learning itu merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan mindful (berkesadaran), meaningful (bermakna), dan joyful (menyenangkan).

Baca juga:  Bupati Karanganyar Ajak Beli Produk UMKM dan Belanja Tetangga Sendiri

“Biasanya fun learning, nah jadinya malah funny learning. Realisasinya itu guru mengajar arahnya ke melucu dan seringnya malah tidak lucu,” tandasnya.

Terakhir, penyanyi Ebit G Ade menghibur peserta dan 6 lagu seperti Seraut Wajah, Elegi esok pagi, Titip Rindu pada ayah, Berita kepada kawan dan lainnya. Mentri Abdul Mu’ti pun diajak nyanyi bareng Ebiet G Ade. (yas/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...