JATENGPOS.CO.ID, SOLO – Upaya kemanusiaan dari Kota Surakarta terus mengalir untuk membantu masyarakat terdampak banjir di wilayah Sumatra. Pada hari yang sama, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surakarta mengirimkan bantuan logistik dasar, sementara Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengirimkan tim relawan medis tahap kedua ke Aceh.
PMI Kota Surakarta pada Selasa (9/12) menyalurkan bantuan kemanusiaan yang berfokus pada kebutuhan higienitas dan sandang dasar. Bantuan yang diberangkatkan menuju PMI Pusat di Jakarta ini meliputi, diapers bayi 18.854 pcs, diapers dewasa 100 pcs, pakaian dalam pria dan wanita 5.600 pcs dan Bra 1.104 pcs.
Kepala Seksi Penanggulangan Bencana PMI Kota Surakarta, Jumadi, S.Pd, menyampaikan bahwa bantuan tersebut direncanakan akan didistribusikan ke lokasi terdampak banjir di Sumatra pada 10 Desember 2025.
“Kami berharap bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar para penyintas,” ujar Jumadi, menegaskan komitmen PMI Solo untuk bergerak cepat dalam solidaritas kemanusiaan.
Sementara itu, Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melalui Badan Koordinator Penanggulangan Bencana (BKPB) mengirimkan tim relawan tahap kedua ke Aceh. Rombongan ini terdiri dari 5 personel Tim Medis (dokter, perawat, petugas farmasi) yang didampingi 3 personel SAR.
Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si., menjelaskan bahwa tim kedua ini diberangkatkan pada Minggu (7/12), menyusul tim assessment yang sudah dikirim sebelumnya.
“Berdasarkan hasil assessment tersebut, kami dapat menentukan langkah tindak lanjut yang harus dilakukan, termasuk bentuk bantuan yang paling dibutuhkan,” ujar Prof. Hartono.
Tim Medis UNS direncanakan bertugas selama 10 hari dan diharapkan dapat membantu percepatan penanganan darurat pascabencana. UNS juga telah menjalin koordinasi erat dengan Universitas Malikussaleh untuk memperkuat kerja sama di lapangan, selaras dengan imbauan Kemendiktisaintek.
Selain pengiriman tenaga ahli, program UNS Peduli telah berhasil menggalang dana kemanusiaan dari sivitas akademika dan masyarakat, dengan total dana terkumpul hingga 8 Desember 2025 mencapai Rp200 juta. (dea/rit)













