26 C
Semarang
Senin, 26 Januari 2026

MDMC Kudus ‘Door to Door’ Berikan Layanan Kesehatan

JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kabupaten Kudus nekat terjang banjir, demi melaksanakan aksi kemanusiaan. Kali ini, layanan Kesehatan secara door to door, digelar di Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwugu, Kudus, Senin (19/1).

Tim Medis MDMC Kudus, dr. Toni Hartanto, menyebut pelayanan kesehatan keliling (mobile clinic) di Desa Setrokalangan, ini difokuskan untuk menjangkau warga yang memilih bertahan di rumah, meski pemukiman mereka terendam air.

Strategi ‘jemput bola’ diambil karena banyak warga, khususnya lansia yang kesulitan mengakses fasilitas kesehatan terdekat.

‘’Kami melakukan pelayanan kesehatan keliling langsung ke rumah-rumah warga terdampak. Salah satu kasus yang kami temukan adalah seorang ibu yang tidak bisa menjangkau faskes karena kakinya bengkak dan susah digerakkan,’’ ujar dr. Toni Hartanto di sela-sela kegiatannya.

Baca juga:  400 Pelanggar Terekam CCTV Satlantas Polres Kudus

Menurut dr. Toni, mobilisasi warga dengan kondisi fisik terbatas menjadi hambatan utama selama bencana banjir. Oleh karena itu, kehadiran tim medis MDMC di lokasi menjadi krusial, agar masyarakat tetap mendapatkan layanan kesehatan secara maksimal tanpa harus menembus genangan banjir yang dalam.

Terkait temuan pasien dengan kondisi medis yang memerlukan penanganan khusus, MDMC akan melakukan koordinasi intensif dengan tim Pos Koordinator MDMC Kudus. memang membutuhkan pemeriksaan tambahan atau pelayanan lebih lanjut, pihak Poskor yang akan menindaklanjuti

’’Kami akan laporkan data temuan ini ke Pos Koordinasi (Poskor) terlebih dahulu untuk dilakukan assessment ulang. Jika membutuhkan pemeriksaan lanjuta, nantinya akan diputuskan bersama dengan tim Poskor,’’ tegasnya.

Baca juga:  Keren! Dua Tim Mahasiswa UMK Kudus Sabet Gold Medals AISEEF

Hingga siang ini, lanjut dr Toni, tim medis MDMC Kudus telah memeriksa sekitar 50 warga dari target total 200 orang ni. Selain pemeriksaan fisik, tim juga memantau potensi penyakit pasca-banjir yang sering menyerang warga terdampak banjir.

‘’Target kami melakukan pemeriksaan kepada 200 warga terdampak banjir, tetapi hari ini baru 50 warga yang kami periksa,’’ pungkasnya. (han/rit)



TERKINI

Rekomendasi

...