JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN- Wisata Saloka Theme Park di Kabupaten Semarang kembali membuka ruang kreativitas bagi musisi atau seniman musik dengan menghadirkan kompetisi “Saloka Mencari Musik” (SMM), sebuah lomba cipta lagu yang terbuka untuk umum.
Kompetisi yang menjadi pembuka rangkaian Saloka Fest 2026 tersebut bertujuan menjaring karya para pelaku seni, khususnya bidang musik. Tidak hanya dari Jawa Tengah, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia.
Mengusung tema “Keceriaan Rekreasi Keluarga”, kompetisi ini mengajak para musisi menuangkan imajinasi dan cerita ke dalam lagu yang menggambarkan kebahagiaan serta kehangatan rekreasi bersama keluarga.
Direktur Saloka Theme Park, Danny Agung Nugroho, mengungkapkan bahwa tema SMM berkaitan erat dengan slogan Saloka Theme Park, yakni Ceria Tiada Habisnya.
Dalam lomba kreasi SMM, lanjut Danny, secara spesial melibatkan gitaris Sheila on 7, Eross Candra akan menjadi kurator lomba kreasi SMM. Seluruh karya yang masuk akan melewati kurasi Eross. Selanjutnya, panitia akan memilih tiga lagu terbaik sebagai pemenang.
Masing-masing pemenang akan menerima apresiasi berupa hadiah uang tunai sebesar Rp5.000.000. Tidak hanya itu, tiga lagu terbaik juga akan didistribusikan ke berbagai platform digital, seperti Spotify, YouTube Music, dan Apple Music.
“Para pencipta lagu juga akan memperoleh hak royalti sesuai ketentuan yang berlaku. Registrasi dan pengumpulan karya berlangsung mulai 20 Januari hingga 28 Februari 2026,” tandas Dannya.
Sementara, Eross mengungkapkan untuk memenangkan SMM, lagu yang diciptakan harus enak dan di bagian Reff, harus kuat. Menurutnya, lagu yang baik tidak harus berdurasi tertentu, terpenting adalah memiliki rasa, enak didengar, dan memiliki makna.
“Lagu itu memang soal selera, nah Saloka Mencari Musik ini bisa menjadi ajang anak muda menerjemahkan musik di era sekarang. Peserta boleh menggunakan bahasa apa saja, bisa berasal dari latar belakang saja, juga aliran musik. Yang penting nada dan lirik enak di telinga, memiliki reff yang kuat,” kata Eross memberikan tips bagi peserta di Saloka.
Menurutnya, menciptakan jingle bagi musisi profesional sudah biasa, di SMM ini ada dua arah yang saling mendukung, Saloka selenggarakan juga untuk menggali potensi para musisi muda. Baginya, karya musisi muda selalu bikin penarasan karena referensinya sangat banyak. Termasuk penggunaan teknologi AI yang bisa menjadi pancingan dan mempermudah.
Eros mengingatkan untuk musisi muda penggunaan AI (Artificial Intelligence) hanya digunakan sebagai sebatas inspirasi dan sesuai kapasitas dalam bermusik. Kalau tidak sesuai saat akan dimainkan menjadi tidak bagus dan tidak bisa dinikmati.
“Penggunaan AI harus bijak karena hampir semua pekerjaan dipermudah dengan kecanggihan AI. Tapi, soal lagu, soal perasaan dan nada. Sebuah lagu tidak akan hidup utuh jika hanya mengandalkan AI,” pungkasnya. (muz)



