JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Sejumlah wilayah di Kabupaten Kudus hingga kini masih tergenang banjir. Namun sebagian masyarakat yang terdampak, memilih tidak mengungsi ke tempat yang lebih aman atau tetap bertahan di rumah masing-masing. Meskipun pemukimannya dikepung air dengan ketinggian mencapai puluhan sentimeter.
Menyikapi situasi itu, Polres Kudus bergerak langsung menyambangi warga terdampak banjir yang bertahan di rumah-rumah mereka. Dengan metode door to door, Kapolres Kudus, AKBP Heru Dwi Purnomo memimpin penyaluran bantuan sosial berupa paket sembako kepada warga, Kamis, (22/1) sore.
‘’Total ada sekitar 100 paket sembako yang disalurkan pada hari ini kepada warga terdampak banjir. Salah satu lokasi penyaluran berada di Desa Jetiskapuan, Kecamatan Jati, Kudus,’’ ungkap Heru.
Dijelaskan, kegiatan ini merupakan bentuk empati dan kehadiran negara di tengah masyarakat yang sedang tertimpa musibah. Polres Kudus berkomitmen untuk terus membantu warga terdampak banjir, baik yang mengungsi maupun yang memilih bertahan di rumah.
“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat tetap mendapatkan perhatian dan bantuan. Ini adalah wujud empati Polri kepada warga yang sedang mengalami kesulitan akibat banjir,” tegasnya.
Saat bersamaan, pihaknya juga mengimbauan kepada masyarakat agar tetap mengutamakan keselamatan, serta segera melapor apabila kondisi kesehatan menurun atau situasi semakin membahayakan.
Polres Kudus pun siap mengerahkan tim Sidokkes untuk melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap warga yang bertahan di rumah, untuk mencegah timbulnya penyakit di tengah situasi darurat banjir.
“Kami juga akan menurunkan personel Sidokkes untuk mengecek kesehatan warga, terutama yang bertahan di rumah. Harapannya, tidak ada masalah kesehatan yang timbul akibat kondisi ini,” pungkasnya.
Salah seorang warga terdampak, Ansori (60) mengaku bersyukur atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepolisian. Ia mengatakan, bantuan tersebut sangat membantu di tengah kondisi sulit akibat banjir yang belum juga surut.
“Alhamdulillah, bantuan ini sangat bermanfaat. Kami bertahan di rumah karena menjaga barang-barang, dan kondisi memang cukup sulit,” ujarnya. (han/rit)




