28 C
Semarang
Senin, 16 Maret 2026

Hasil Uji Lab Keracunan MBG Keluar Lima Hari Lagi


JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, dr. Mustiko Wibowo, menyatakan bahwa hingga Jumat (30/1) pagi, tercatat masih sekitar 40 pasien dugaan keracunan makanan masih menjalani rawat inap di sejumlah rumah sakit di Kudus.

Meski demikian, kondisi para penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan SPPG Purwosari itu, dilaporkan stabil dan mayoritas diperkirakan diperbolehkan pulang hari ini, Jumat (30/1) siang.

‘’Sampai tadi malam ada sekitar 40-an pasien yang masih rawat inap di semua rumah sakit. Pagi ini kami masih menunggu proses visite dokter (DPJP). Saya sudah instruksikan tim TGC untuk memantau update pasien pulang sekitar jam 10 atau 11 siang nanti,’’ ujar dr. Mustiko saat ditemui di lapangan Makodim 0722/Kudus, Jumat pagi.

Secara akumulatif, lanjutnya, total penerima manfaat yang dirujuk ke fasilitas kesehatan mencapai 121 orang. Namun, jika ditotal dengan warga yang mengalami keluhan ringan seperti pusing dan lemas tanpa perlu penanganan medis intensif, jumlahnya diperkirakan mencapai 500 orang.

Baca juga:  Laku Banyu Penguripan Tandai Dimulainya Ta’sis Menara Kudus ke-491

Sedangkan terkait penyebab pasti keracunan, Mustiko menyebut Dinas Kesehatan Kudus telah mengirimkan sampel sisa makanan dan sampel muntahan pasien ke Laboratorium Kesehatan di Semarang.

‘’Hasil laboratorium kemungkinan baru keluar sekitar 5 sampai enam hari ke depan. Jadi saat ini kami belum bisa menyimpulkan penyebab pastinya dari sisi sampel makanan. Di sisi lain, pihak rumah sakit juga melakukan pemeriksaan mandiri melalui sampel feses pasien,’’ tambahnya.

Merespons kejadian ini, Pemerintah Kabupaten Kudus melalui Dinas Kesehatan bersama Satgas dan Wakil Bupati Kudus langsung menggelar pembinaan bagi ahli gizi di sekolah-sekolah dan pihak terkait.

Dinkes juga memastikan hasil tracking ke sekolah lain, termasuk SMA 2 Kudus, tidak ditemukan keluhan serupa yang mengarah ke keracunan. Kedepan, pihaknya akan membentuk tim untuk melakukan pembinaan ke seluruh sekolah (SWG).

Baca juga:  Bupati Sam’ani Minta SPPG di Kudus Taati SOP

‘’Pengawasan kini diperketat. Kami meminta komunikasi dua arah antara pihak sekolah, Puskesmas, dan Dinas Kesehatan harus lebih aktif lagi agar kejadian serupa tidak terulang,’’ tegas dr. Mustiko.

Sebelumnya, sebanyak 121 siswa SMA 2 Kudus diduga keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG), yang didistribusikan SPPG Purwosari 1 Kecamatan Kota, Kudus, Rabu (28/1) siang.

Diketahui, mereka diduga mengalami keracunan menu MBG dari SPPG Purwosari 1, berupa nasi putih, soto ayam suwir, tempe goreng, toge, buah kelengkeng. Menu tersebut didistribusikan pada Rabu, 28 Januari 2026. Namun, sehari setelahnya mengeluh mual hingga diare dan dilarikan ke rumah sakit sejak Kamis (29/1) pagi. (han/rit)



TERKINI


Rekomendasi

...