JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – PT BYD Motor Indonesia menggelar BYD Tech Culture Fest 2026 di Plaza Gajah Mada Semarang pada 17-21 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk mengenal teknologi kendaraan elektrifikasi sekaligus mencoba langsung berbagai model kendaraan BYD.
PR Manager PT BYD Motor Indonesia, Oka Mahendra mengatakan, Semarang menjadi kota ketiga penyelenggaraan BYD Tech Culture Fest setelah Jakarta dan Medan. Kota ini dipilih karena memiliki potensi besar dalam perkembangan ekosistem kendaraan elektrifikasi di Jawa Tengah.
“Semarang merupakan kota yang sangat penting di Jawa Tengah. Melalui acara ini kami ingin mengajak masyarakat dan media melihat langsung berbagai teknologi terbaru BYD, baik kendaraan listrik murni (BEV) maupun teknologi DM-i,” ujarnya.
Acara yang berlangsung selama lima hari tersebut menghadirkan sejumlah zona interaktif seperti Technology Zone, Exhibition Display, Monster Truck Area, dan Test Drive Area. Pengunjung dapat mempelajari berbagai inovasi BYD sekaligus merasakan langsung pengalaman berkendara kendaraan listrik dan hybrid.
Product Expert PT BYD Motor Indonesia, Bobby Barata, menjelaskan e-Platform 3.0 merupakan platform yang dirancang khusus untuk kendaraan listrik. Teknologi tersebut dikembangkan selama lebih dari 15 tahun guna menghadirkan efisiensi, keamanan, kecerdasan sistem, dan kenyamanan berkendara yang optimal.
Menurutnya, e-Platform 3.0 menjadi fondasi utama pengembangan kendaraan listrik BYD. Platform ini dirancang untuk mengintegrasikan berbagai komponen penting kendaraan secara lebih efisien.
Selain itu, BYD juga memperkenalkan Blade Battery yang menjadi salah satu teknologi unggulannya. Desain baterai tanpa modul konvensional diklaim mampu meningkatkan kepadatan energi sekaligus memperkuat aspek keselamatan.
Pada kesempatan yang sama, Bobby memaparkan teknologi DM-i (Dual Mode Intelligent) yang digunakan pada kendaraan plug-in hybrid BYD. Teknologi ini menggabungkan motor listrik, baterai berkapasitas besar, dan mesin bensin berteknologi tinggi.
Dalam penggunaan sehari-hari, kendaraan akan lebih banyak mengandalkan tenaga listrik. Sementara mesin bensin berfungsi sebagai pendukung sekaligus pengisi daya baterai saat diperlukan.
“Teknologi ini memungkinkan konsumsi bahan bakar yang sangat efisien dengan biaya operasional yang jauh lebih rendah dibanding kendaraan bermesin konvensional,” katanya.
Ia menambahkan, mesin hybrid pada sistem DM-i memiliki efisiensi termal hingga 46 persen. Capaian tersebut menjadi salah satu yang tertinggi di industri otomotif saat ini.
Head of Aftersales PT BYD Motor Indonesia, Ubaidilah menegaskan komitmen perusahaan dalam memberikan layanan terbaik kepada pelanggan. Dukungan tersebut mencakup call center bebas pulsa 24 jam, aplikasi digital pemantauan kendaraan, layanan OTA, serta jaringan dealer dan bengkel yang terus bertambah.
Selain menawarkan paket perawatan berkala untuk kendaraan DM-i, BYD juga memberikan garansi kendaraan hingga enam tahun atau 150.000 kilometer. Adapun garansi baterai dan motor penggerak listrik diberikan selama delapan tahun atau 160.000 kilometer.
Melalui BYD Tech Culture Fest 2026, BYD berharap masyarakat semakin memahami perkembangan teknologi elektrifikasi. Kegiatan ini juga menjadi wadah bagi publik untuk mencoba langsung performa kendaraan listrik dan hybrid terbaru yang dipasarkan di Indonesia.(aln)






