29 C
Semarang
Sabtu, 31 Januari 2026

Tak Hanya Bantuan dan Bangun Rumah, Pemprov Jateng Pulihkan Luka Batin Korban Bencana

JATENGPOS. CO. ID, PEMALANG – Selain memberikan bantuan logistik, infrastruktur, dan penataan hunian bagi korban bencana di Pemalang dan Purbalingga, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga memberikan perhatian serius atas pemulihan psikososial dan kesehatan mental warga. Layanan trauma healing pun digencarkan bagi anak dan ibu.

Layanan tersebut terlihat di Posko Pengungsian Kantor Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jumat, 30 Januari 2026. Anak-anak dan ibu-ibu pengungsi secara rutin mendapatkan pendampingan psikososial untuk membantu mengurangi trauma dan memulihkan kondisi emosional pascabencana.

Anak-anak pengungsi tampak ceria saat mengikuti kegiatan bermain bersama, menonton film animasi, hingga bernyanyi. Suasana semakin hangat ketika Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyapa langsung anak-anak tersebut. Sapaan dan candaan dari orang nomor satu di Jawa Tengah itu disambut dialog manja dan tawa anak-anak, menciptakan suasana yang menenangkan di tengah situasi pengungsian.

Petugas trauma healing mengungkapkan, sebagian anak masih mengalami trauma, terutama saat malam hari dan ketika hujan turun.

“Secara umum anak-anak sudah mulai ceria dan bisa bercanda, tapi trauma itu masih ada. Biasanya muncul saat malam atau ketika hujan. Mereka takut kalau terjadi bencana susulan,” ujar Lisna, petugas layanan di lokasi pengungsian.

Baca juga:  Kematian Bayi Di Sragen Capai 74 Jiwa

Hal tersebut dibenarkan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jawa Tengah, Ema Rachmawati. Ia menyebutkan, di Kabupaten Pemalang terdapat sejumlah kasus anak yang sempat terpisah dari orang tuanya saat bencana terjadi, sehingga meninggalkan trauma psikologis.

“Anak-anak kami dampingi melalui trauma healing. Kegiatannya seperti bermain, melukis, bernyanyi, sekaligus konseling. Pendampingan ini penting agar mereka kembali merasa aman,” kata Ema saat mendampingi kunjungan Gubernur Ahmad Luthfi.

Menurutnya, layanan psikososial tersebut diberikan melalui Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) DP3AKB, dengan melibatkan psikolog, lembaga layanan sosial, hingga balai rehabilitasi sosial.

Pendampingan serupa juga diberikan kepada ibu-ibu pengungsi. Tinggal dalam waktu lama di pengungsian, kata Ema, kerap menimbulkan tekanan psikologis akibat kebosanan, kecemasan, hingga ketidakpastian kondisi rumah yang ditinggalkan.

“Untuk ibu-ibu, kami ajak beraktivitas ringan, berbincang, dan mengurai persoalan yang mereka alami. Ada juga yang diarahkan membantu di dapur umum agar tetap merasa produktif,” jelasnya.

Baca juga:  Pilkada Sragen Sigit-Suroto Ungguli Bowo-Suwardi

Ema menambahkan, terdapat pula korban perempuan yang kehilangan anggota keluarga akibat bencana. Untuk kasus tersebut, pemerintah menyiapkan layanan konseling khusus di luar trauma healing kelompok.

“Korban yang kehilangan anggota keluarga akan mendapatkan pendampingan psikologis secara lebih intensif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan, layanan psikososial dan trauma healing merupakan bagian tak terpisahkan dari penanganan bencana. Seluruh instansi yang memiliki kapasitas pendampingan psikologis dilibatkan guna mempercepat pemulihan masyarakat.

“Trauma healing kami lakukan secara lengkap. Rumah sakit kami turunkan, termasuk RSUD Margono Soekarjo, Polda juga memiliki tim trauma healing, semuanya kami libatkan. Yang penting anak-anak tetap semangat dan bisa kembali bersekolah,” tegas Ahmad Luthfi.

Berdasarkan pantauan di lapangan, layanan psikososial dan trauma healing juga dilaksanakan bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Purbalingga sebagai bagian dari upaya pemulihan terpadu pascabencana di Jawa Tengah. (ucl)



TERKINI

Rekomendasi

...