27 C
Semarang
Kamis, 12 Februari 2026

Kunjungan Wisata Tinggi, Hunian Hotel Jateng Capai 38,73 Persen

JATENGPOS.CO.ID,  SEMARANG – Pergerakan wisatawan nusantara ke Jawa Tengah sepanjang 2025 tetap tinggi dan berdampak langsung pada kinerja sektor perhotelan. Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah mencatat tingkat penghunian kamar hotel pada Desember 2025 mencapai 38,73 persen.

Statistisi Ahli Madya BPS Jawa Tengah, Wisnu Nurdiyanto menyampaikan, capaian tersebut menunjukkan aktivitas pariwisata domestik masih menjadi penopang utama industri akomodasi. Menurutnya, mobilitas masyarakat meningkat terutama menjelang akhir tahun.

“Perjalanan wisatawan nusantara sepanjang 2025 masih relatif tinggi dan ini berkontribusi terhadap permintaan kamar hotel di berbagai daerah tujuan wisata di Jawa Tengah,” katanya.

Berdasarkan rilis BPS pada 2 Februari 2026, tingkat penghunian kamar hotel berbintang di Jawa Tengah pada Desember 2025 tercatat sebesar 52,47 persen. Sementara itu, tingkat hunian hotel nonbintang berada di angka 26,33 persen.

Baca juga:  DJP – Kemenkop Percepat Pendaftaran NPWP Koperasi Desa Merah Putih

Wisnu menjelaskan, perbedaan tingkat hunian tersebut menunjukkan kecenderungan wisatawan memilih hotel berbintang untuk kebutuhan liburan keluarga maupun perjalanan bisnis. Hotel nonbintang masih didominasi wisatawan dengan perjalanan singkat dan anggaran terbatas.

“Hotel berbintang cenderung lebih diminati karena fasilitas dan layanan yang mendukung kebutuhan wisatawan, baik untuk liburan maupun kegiatan bisnis,” jelasnya.

Dari sisi kunjungan wisata, BPS mencatat jumlah perjalanan wisatawan nusantara ke Jawa Tengah selama Januari–Desember 2025 mencapai sekitar 146,25 juta perjalanan. Angka tersebut menjadi faktor utama yang menjaga perputaran ekonomi sektor pariwisata dan perhotelan.

Selain hunian hotel, BPS juga mencatat peningkatan pergerakan transportasi pada Desember 2025. Jumlah kedatangan penumpang angkutan udara naik 20,99 persen dibandingkan bulan sebelumnya, sementara penumpang angkutan laut meningkat 40,94 persen.

Baca juga:  Wilayah Semarang Banjir, Pertamina Pastikan Layanan dan Fasilitas Operasional Tetap Berjalan

Wisnu menilai, peningkatan mobilitas tersebut selaras dengan naiknya permintaan akomodasi di akhir tahun. Kondisi ini menjadi sinyal positif bagi pelaku industri pariwisata untuk menyusun strategi layanan dan promosi pada awal 2026.

“Data statistik ini bisa menjadi dasar bagi pelaku usaha dan pemerintah daerah untuk membaca pola permintaan wisata dan menyiapkan langkah pengembangan pariwisata ke depan,” pungkasnya.(aln)



TERKINI

Rekomendasi

...