30 C
Semarang
Sabtu, 14 Februari 2026

Polresta Surakarta Latih Ratusan Pelajar Kuasai AI

JATENGPOS.CO.ID, SOLO – Polresta Surakarta mencatatkan sejarah sebagai institusi kepolisian pertama di Indonesia yang menyelenggarakan pelatihan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) bagi generasi muda. Bekerja sama dengan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), Polresta menggelar pelatihan bertajuk AI Ready ASEAN di Aula Wirasatya96 Mapolresta Surakarta, Kamis (5/2/2026).

Kegiatan yang diikuti ratusan pelajar SMA, MAN, dan SMK sederajat se-Kota Surakarta ini dibuka langsung oleh Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol. Dr. Ribut Hari Wibowo, S.H., S.I.K., M.H.

Dalam sambutannya, Kapolda Jateng menegaskan bahwa inisiatif ini telah dipaparkan di hadapan Kapolri dan akan dijadikan percontohan nasional.

“Kegiatan ini insyaallah akan dijadikan sebagai pilot project untuk diterapkan di seluruh Indonesia. Kami juga berencana memaparkan program ini sebagai panelis pada Rapim Polri dan TNI agar memberikan manfaat yang lebih luas,” ujar Irjen Pol. Ribut Hari Wibowo.

Baca juga:  Baznas Sukoharjo Salurkan 5.010 Paket Sembako Untuk PKL Terdampak PPKM

Kapolda berpesan agar para siswa memanfaatkan teknologi AI secara positif dan beretika untuk meningkatkan mutu pendidikan, mulai dari mencari materi pembelajaran hingga membantu penyusunan tugas sekolah.

PIC Tim Mafindo, Erwina Tri S., memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran Polresta Surakarta atas kesiapannya. Ia menyebutkan bahwa para pelajar yang hadir merupakan bagian dari 5,5 juta warga ASEAN yang mendapatkan kesempatan langka dalam program AI Ready ASEAN.

“Kalian adalah siswa-siswa terpilih yang beruntung. Di sini kalian belajar bagaimana memanfaatkan AI secara maksimal, aman, dan tetap beretika,” jelas Erwina.

Para peserta nantinya akan dibimbing oleh trainer dari Polresta Surakarta dan Mafindo untuk menyelesaikan modul pembelajaran pada Learning Management System (LMS) yang telah disediakan.

Baca juga:  Total Kasus COVID-19 di Klaten Capai 4.140 Orang

Kapolresta Surakarta, Kombes Pol. Catur Cahyono Wibowo, S.I.K., M.H., menambahkan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam mendukung literasi digital. Ke depan, para pelajar yang telah terlatih akan diintegrasikan dalam wadah community policing (pemolisian masyarakat).

“Kami ingin para pelajar tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga mampu berpikir kritis di ruang digital. Mereka akan kita dorong menjadi agen literasi digital di lingkungan masing-masing,” pungkas Kapolresta.

Dengan pelatihan ini, diharapkan generasi muda Solo mampu menjadi pemimpin bangsa yang unggul, berdaya saing tinggi, dan bijak dalam menavigasi perkembangan teknologi masa depan. (dea/rit)



TERKINI

Rekomendasi

...