26 C
Semarang
Minggu, 15 Februari 2026

Bupati Semarang Minta Penyuluh Pertanian Gali Potensi Ekspor 

JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN- Bupati H Ngesti Nugraha mengadakan pertemuan dengan 115 penyuluh pertanian di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang di Ungaran, Jumat (13/2/2026). Pertemuan digelar menyusul pengalihan status kepegawaian para penyuluh paska terbitnya Inpres Nomor 3 Tahun 2025 tentang Pendayagunaan Penyuluh Pertanian Dalam Rangka Percepatan Swasembada Pangan.

Di hadapan para penyuluh, Bupati mengimbau mereka untuk terus meningkatkan mutu kinerja guna mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Semarang. Meski per 14 Februari 2026 akan berstatus pegawai Kementerian Pangan RI, penyuluh tetap diminta fokus pada pengembangan pertanian di Bumi Serasi.

Sekaligus tetap berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Semarang. “Gali terus potensi pertanian termasuk kemungkinan bisa ekspor. Komunikasikan dengan Dinas Pertanian untuk ditindaklanjuti,” tegasnya.

Baca juga:  Pelaku Pembunuhan Perempuan di Hotel, Mengaku Tak Puas Dengan Pelayanan Korban

Bupati mengingatkan pada tahun lalu tercapai surplus beras hingga 31 ribu ton. Hasil itu terjadi ditengah serangan hama tikus dan wereng di lahan pertanian sekitar 750 hektare. Para penyuluh juga diajak membantu program tanam padi organik yang telah berjalan di beberapa kecamatan.

Mereka juga diizinkan menggunakan sarpras sepeda motor dan kantor yang ditelah disediakan Pemkab Semarang. Sedangkan pemakaian penunjang operasional seperti BBM dan lainnya tetap harus sesuai peraturan yang ada.

Kepala Dispertanikap Moh Edy Sukarno saat pengarahan juga mengingatkan semangat kerja keras dan ikhlas yang harus tetap dipegang.

“Tugas pekerjaan Bapak Ibu sekalian tidak main-main. Menjaga ketahanan pangan nasional,” tandasnya.

Baca juga:  Dandim 0714/Salatiga Target 34 Titik Pembangunan KDMP Selesai 31 Januari

Ketua Tim Kerja Penyuluh Kabupaten Semarang Agung Maashaba melaporkan proses pengalihan status kepegawaian dimulai sejak 5 Februari 2025-14 Februari 2026. Jumlah awal pengalihan sebanyak 113 penyuluh.

Selanjutnya ada proses mutasi masuk  menjadi 117 orang. Diawal Februari 2026 terjadi penghentian kontrak kerja dan meninggal dunia masing-masing satu orang . Jadi total ada 115 tenaga penyuluh pengalihan.

“Kami tetap mengharadukungan dan perhatian Bupati guna meningkatkan mutu tugas pokok,” pungkasnya. (muz)



TERKINI

Rekomendasi

...