JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Satu tahun kepemimpinan Bupati Kudus Sam’ani Intakoris dan Wakil Bupati Bellinda Birton, diwarnai dengan sejumlah capaian positif sekaligus catatan kritis. Meski pertumbuhan ekonomi menunjukkan tren positif, Pemkab Kudus masih memiliki deretan ‘pekerjaan rumah’ (PR).
Berdasarkan data makro, pertumbuhan ekonomi Kudus tercatat sebesar 2,79 persen. Namun, pertumbuhan ini belum linear dengan penyerapan tenaga kerja. Terbukti, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) justru mengalami kenaikan tipis dari 3,19 persen menjadi 3,23 persen.
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, memberikan rapor mandiri terhadap kinerja setahun terakhir.’’Kami beri nilai 71 untuk satu tahun ini. Masih ada yang perlu kita tingkatkan,’’ ujarnya saat memberikan keterangan di Pendopo Kabupaten Kudus, Senin (23/2).
Selain masalah pengangguran, sektor kesehatan dan lingkungan turut menjadi sorotan evaluasi. Usia harapan hidup warga Kudus tercatat mengalami penurunan dari 77,27 tahun menjadi 77,21 tahun. Penurunan tipis ini menjadi indikator yang memicu Pemkab untuk melakukan kajian lebih mendalam terkait kualitas hidup masyarakat.
Di sisi lain, persoalan klasik pengelolaan sampah masih menjadi tantangan serius. Hingga saat ini, cakupan layanan penanganan sampah baru menyentuh angka 60 hingga 65 persen. Kapasitas pengelolaan limbah rumah tangga maupun industri ini ditargetkan akan terus ditingkatkan pada tahun kedua kepemimpinan.
Menghadapi tantangan tahun depan, Pemkab Kudus harus memutar otak seiring adanya kebijakan pengurangan dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat. Kondisi ini diprediksi akan menekan ruang gerak pembangunan infrastruktur jika tidak segera diantisipasi.
Sebagai solusinya, Sam’ani menegaskan fokus pada penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui digitalisasi sistem.
‘’PAD Kudus yang sebelumnya di kisaran Rp500 miliar, kini sudah naik ke Rp700 miliar. Target kami nantinya bisa menembus Rp1 triliun,’’ tegas Sam’ani.
Untuk menekan angka pengangguran, Pemkab berkomitmen melakukan percepatan perizinan investasi. Kemudahan pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) hingga Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) menjadi jualan utama untuk menarik investor ke Kota Kretek.
‘’Langkah tersebut bertujuan membuka lapangan kerja baru, terutama bagi lulusan muda. Kami ingin pertumbuhan ekonomi berdampak langsung pada masyarakat,’’ tambahnya.
Selain investasi besar, penguatan UMKM bagi generasi muda melalui pelatihan dan bantuan permodalan juga terus didorong. Tahun kedua kepemimpinan Sam’ani-Bellinda diproyeksikan sebagai momentum konsolidasi untuk menyelesaikan tantangan yang tersisa sekaligus menjaga stabilitas pertumbuhan daerah. (han/rit)






