31 C
Semarang
Minggu, 1 Maret 2026

Bencana Hidrometeorologi Masih Mengintai, Wakil Ketua DPRD Jateng Tekankan Penguatan Mitigasi

JATENGPOS.CO.ID SEMARANG – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko, menyoroti masih tingginya kejadian bencana hidrometeorologi yang melanda berbagai wilayah di Jateng sepanjang Januari 2026.

Dia menegaskan, kondisi tersebut harus menjadi peringatan serius akan pentingnya menjaga lingkungan dan memperkuat upaya mitigasi bencana.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dalam kurun 27 hari pertama Januari 2026 tercatat 269 kejadian bencana yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota.

Dari jumlah ini, tanah longsor menjadi jenis bencana yang paling sering terjadi, sementara banjir menimbulkan dampak paling luas, terutama di kawasan Pantai Utara (Pantura).
“Rentetan bencana ini menunjukkan bahwa kita tidak bisa lagi menunda upaya menjaga lingkungan dan memperkuat mitigasi. Perlu kesadaran bersama bahwa kerusakan alam akan berbanding lurus dengan meningkatnya risiko bencana,” ujarnya.

Baca juga:  Pencapaian Pemkab Semarang 2022: Dapat Ratusan Hektar Tanah

Ia menyoroti kondisi di Kota Pekalongan yang menjadi salah satu wilayah terdampak paling parah akibat banjir. BPBD mencatat sekitar 35.993 warga terdampak, dan 1.035 jiwa terpaksa mengungsi. Genangan air juga sempat mengganggu aktivitas transportasi publik, termasuk jalur kereta api.

Menurut Heri, selain faktor cuaca ekstrem, bencana yang berulang juga dipengaruhi oleh persoalan tata kelola lingkungan, alih fungsi lahan, serta buruknya sistem drainase di sejumlah kawasan. Karena itu, langkah penanganan tidak cukup hanya bersifat darurat, tetapi juga harus menyentuh aspek pencegahan jangka panjang.
“Perlu gerakan nyata menjaga lingkungan, mulai dari reboisasi, pengendalian alih fungsi lahan, hingga perbaikan sistem drainase dan pengelolaan sungai. Ini harus menjadi agenda bersama,” tegasnya.

Baca juga:  Kades-Lurah Purnabakti Kompak Sinergi Pemkab Semarang Membangun Desa

Heri juga mengimbau masyarakat untuk ikut berperan aktif menjaga lingkungan dari hal-hal sederhana yang berdampak besar terhadap pengurangan risiko bencana. Ia menekankan pentingnya perubahan perilaku sehari-hari agar tekanan terhadap lingkungan tidak semakin berat.

Politisi Partai Gerindra ini juga mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat edukasi kebencanaan kepada masyarakat serta meningkatkan kesiapsiagaan di wilayah rawan banjir dan longsor. Ia mengajak warga untuk turut berperan aktif dalam menjaga lingkungan sekitar sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko bencana.

“Menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat. Langkah sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga kawasan resapan air sangat berpengaruh,” pungkasnya. (sgt)



TERKINI

Rekomendasi

...

32 Atlet Indonesia Berlaga di Ajang World...

Cuaca Ekstrem Ribuan Ikan di WKO ...

Alhamdulilah Ekonomi Jateng Tumbuh 5,28 ℅

Kadin Deklarasikan Perempuan Kendal Berdaya

Petani Gurem Dominasi Pertanian Karanganyar