28 C
Semarang
Minggu, 1 Maret 2026

Pencarian Nelayan Hilang di Paranggupito Berlanjut

JATENGPOS.CO.ID, WONOGIRI – Upaya pencarian terhadap Jumali (50), nelayan asal Trenggalek yang hilang di perairan selatan Wonogiri, terus diintensifkan oleh tim gabungan. Hingga Sabtu (28/2) sore, keberadaan korban belum ditemukan. Meskipun penyisiran telah dilakukan di sepanjang garis pantai hingga ke tengah laut.

Kecelakaan laut ini bermula saat kapal daplang Manis Rizky 59 yang dikemudikan korban dilaporkan hilang kontak sejak Kamis (26/2) malam di perairan Pacitan. Keesokan paginya, kapal tersebut ditemukan terdampar terbalik di Pantai Watumandi, Paranggupito. Namun, kondisi kapal yang semula masih utuh, kini dilaporkan hancur akibat hantaman ombak besar.

Kapolsek Paranggupito, AKP Sutrisyanto, menjelaskan bahwa pencarian melibatkan sekitar 50 personel gabungan dari BPBD Wonogiri, Polsek Paranggupito, Tim SAR, serta nelayan Watukarung Pacitan.

Baca juga:  Jumat Berkah, Kapolres Wonogiri Sambangi Dua Kakek Sakit Lumpuh

“Tim menyisir sejumlah titik mulai dari Pantai Watumandi, Kalimirah, Karangpayung, Waru, hingga Pantai Nampu. Selain penyisiran darat, rekan nelayan juga melakukan pencarian dari tengah laut,” jelas AKP Sutrisyanto.

Proses evakuasi dan pencarian menghadapi tantangan berat. Selain gelombang laut selatan yang tinggi, akses menuju lokasi kejadian sangat terjal. Kendala lainnya adalah minimnya sinyal komunikasi di sekitar pesisir Paranggupito yang menghambat koordinasi cepat antar tim.

Kasihumas Polres Wonogiri, AKP Anom Prabowo, mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, menyampaikan bahwa pencarian dihentikan sementara pada Sabtu sore pukul 15.00 WIB dan dilanjutkan kembali pada Minggu (1/3) pagi.

“Kami mempertimbangkan faktor cuaca dan medan yang ekstrem. Polres Wonogiri berkomitmen mendukung penuh upaya kemanusiaan ini dan berharap korban segera ditemukan,” tegas AKP Anom.

Baca juga:  #Soloberlari3 IluFa Ajak Warga Donasi untuk Taman Satwataru Jurug

Pihak kepolisian mengimbau para nelayan dan masyarakat pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca ekstrem di laut selatan. Dugaan sementara, kecelakaan dipicu oleh mesin kapal yang tidak optimal saat diterjang gelombang tinggi, sehingga kapal kehilangan kendali dan terhempas ke karang. (dea/rit)



TERKINI

Rekomendasi

...