31 C
Semarang
Kamis, 5 Maret 2026

Sambut 17,7 Juta Pemudik, Jateng Siapkan Posko Terpadu dan Pastikan Kondisi Jalan

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Gelombang arus mudik Lebaran 2026 menuju Jawa Tengah diperkirakan melonjak tajam. Pemerintah memprediksi sekitar 17,7 juta orang akan masuk ke Jawa Tengah, naik hampir 30 persen dibandingkan tahun lalu. Hal itu menjadikan Jawa Tengah sebagai salah satu pusat pergerakan mudik nasional.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengatakan, lonjakan jumlah pemudik tersebut menuntut kesiapan maksimal dari seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga instansi terkait lainnya.

“Prediksi tahun ini yang masuk ke Jawa Tengah sekitar 17,7 juta orang. Tahun lalu sekitar 15 juta, sehingga ada kenaikan cukup signifikan. Dengan jumlah sebesar itu tentu semua pihak harus siap karena Jawa Tengah menjadi sentral pergerakan mudik nasional,” ujar Ahmad Luthfi, di Semarang, Kamis, 5 Maret 2026.

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membentuk posko terpadu yang melibatkan organisasi perangkat daerah, kepolisian, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Posko tersebut akan beroperasi selama 24 jam mulai H-8 hingga H+7 Lebaran guna memastikan kelancaran arus mudik dan balik.

Selain pengamanan lalu lintas, pemerintah juga memastikan kesiapan infrastruktur jalan provinsi. Perbaikan ruas jalan, termasuk penanganan lubang di sejumlah titik, dikebut dan ditargetkan rampung sebelum H-7 Lebaran.

Beberapa kawasan rawan kepadatan, seperti Kaligawe di Kota Semarang, juga disiapkan rekayasa lalu lintas untuk mengurangi potensi penumpukan kendaraan. Ahmad Luthfi menyebutkan, secara umum kondisi jalan provinsi di Jawa Tengah berada dalam kondisi baik dengan tingkat kemantapan lebih dari 94 persen.

“Kalau ada jalan rusak biasanya di kawasan aglomerasi seperti Solo Raya atau wilayah perkotaan dengan mobilitas tinggi. Perbaikannya kita targetkan selesai minimal H-10 dan maksimal H-7 sebelum Lebaran,” katanya.

Selain kesiapan infrastruktur, Pemprov Jawa Tengah juga menyiapkan program mudik gratis bagi perantau. Program tersebut menyediakan 340 unit bus dengan total kapasitas 16.415 kursi yang akan diberangkatkan dari Jakarta dan Bandung pada 16 Maret 2026.

Untuk moda transportasi kereta api, disiapkan 17 rangkaian kereta dengan kapasitas 1.288 penumpang yang berangkat dari Stasiun Pasar Senen menuju Solo Balapan dan Semarang Poncol pada 17 Maret 2026.

“Program ini kita siapkan agar masyarakat bisa mudik dengan lebih aman dan nyaman sekaligus mengurangi kepadatan kendaraan di jalan,” ujar Ahmad Luthfi.

Selain itu, pemerintah juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang dapat mengganggu perjalanan pemudik, seperti banjir dan longsor.

Beberapa wilayah yang menjadi perhatian antara lain kawasan Pegunungan Muria yang rawan longsor serta potensi aktivitas Gunung Merapi yang dipantau secara berkala.

“Artinya daerah-daerah ini menjadi prioritas kewaspadaan. Kami menyiapkan pemantauan serta kesiapsiagaan tanggap darurat agar jika terjadi sesuatu bisa segera ditangani,” kata Ahmad Luthfi.

Ia mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik untuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik, serta tetap berhati-hati selama perjalanan.

“Prinsipnya Jawa Tengah siap menerima arus mudik maupun arus balik tahun ini,” ujarnya. (*)



TERKINI

Rekomendasi

...