JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota di Jawa Tengah diminta untuk turut serta menekan pemudik dengan sepeda motor. Langkah yang bisa dilakukan adalah menyiapkan armada mudik secara gratis.
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah mengingatkan, sejauh ini pemudik yang menuju ke Jateng dengan sepeda motor masih cukup tinggi.
“Karena harus kita akui, kendaraan roda dua masih menjadi moda transportasi yang banyak digunakan masyarakat, termasuk saat mudik Lebaran,” ungkapnya.
Atas dasar itu, menurut Kakung, sapaan akrab Sarif, kondisi ini perlu menjadi perhatian serius pemerintah menjelang arus mudik, sebab angka angka kecelakaan yang dialami pemudik yang menggunakan sepeda motor cukup tinggi.
“Angka kecelakaan ini masih dapat ditekan melalui kebijakan yang tepat. Salah satunya, memberikan alternatif moda transportasi yang lebih aman kepada masyarakat yang selama ini memilih mudik menggunakan sepeda motor,” sebut politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.
Menurut Kakung, program mudik gratis bisa menjadi cara pemerintah daerah untuk memfasilitasi para perantau yang akan kembali ke kampung halaman pada Lebaran tahun ini.
“Karena dari program ini juga banyak sisi positifnya. Masyarakat bisa mudik dengan aman, sementara pemilik armada bus misalnya, tidak harus mencari penumpang karena armadanya sudah dipesan oleh Pemda,” jelasnya.
Pemda, menurut Kakung, bisa menjalin sinergi dengan pihak lain. Misalnya memaksimalkan CSR dari perusahaan yang ada di daerah masing-masing.
“Sehingga tidak harus semuanya ditanggung oleh APBD. Tapi berkolaborasi dengan pihak-pihak lain, termasuk jangkauannya bisa lebih luas,” terang legislator dari daerah pemilihan (dapil) Banyumas dan Cilacap ini.

Kakung pun menegaskan, mudik gratis bukan sekadar seremoni tahunan, namun sebagai instrumen penyelamatan nyawa.
“Kita ingin menekan risiko kecelakaan, terutama bagi pemudik roda dua, dengan mengalihkan mereka ke bus, atau kereta,” jelas Kakung.
Kakung pun mengusulkan, skema integrasi kendaraan roda dua milik pemudik diangkut menggunakan kapal atau gerbong kargo.
“Sementara, pemiliknya menempuh perjalanan dengan armada penumpang yang nyaman,” kataya.
Kakung juga menekankan pentingnya kesiapan fasilitas pendukung seperti rest area, tempat ibadah, dan sarana umum lainnya, di setiap daerah agar masyarakat dapat menjalani perjalanan mudik dengan aman dan nyaman, khususnya di tengah suasana Ramadan.
“Dengan persiapan yang matang dan koordinasi yang baik antar instansi, kita harapkan penyelenggaraan mudik tahun ini dapat berjalan lancar serta memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi seluruh masyarakat,” tandasnya. (adv)








