31 C
Semarang
Jumat, 6 Maret 2026

Patroli Jasa Penukaran Uang Baru di Kudus Diperketat

JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah, fenomena jasa penukaran uang baru mulai menjamur di sejumlah titik strategis Kabupaten Kudus. Guna menjamin keamanan masyarakat dan mencegah peredaran uang palsu (upal), Sat Samapta Polres Kudus menggelar patroli pre-emptif di sepanjang Jalan Sunan Kudus hingga kawasan Alun-alun Simpang Tujuh.

Kasat Samapta Polres Kudus, AKP Noor Alifi, menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan meminimalisir risiko penipuan yang menyasar masyarakat maupun penyedia jasa penukaran.

‘’Kehadiran kami untuk memastikan masyarakat merasa aman dan tidak tertipu oleh peredaran uang palsu. Kami juga mengedukasi warga mengenai metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang) untuk mengidentifikasi keaslian uang,’’ ujar Alifi, Rabu (4/3/2026).

Baca juga:  Ketahuan Miliki Pinjol Dicoret jadi Peserta PKH

Selain edukasi, Polres Kudus menawarkan fasilitas pengamanan bagi para penyedia jasa penukaran uang. Mengingat risiko membawa uang tunai dalam jumlah besar saat berangkat atau pulang, polisi mengimbau warga untuk tidak ragu meminta bantuan pengawalan.

‘’Kami sarankan melalui Call Center 110 untuk meminta bantuan pengamanan atau pengawalan. Layanan ini sepenuhnya gratis atau tidak dipungut biaya. Ini adalah bentuk pelayanan kami untuk hadir di tengah masyarakat,’’ tegasnya.

Hingga saat ini, pantauan di lapangan menunjukkan belum ditemukan adanya indikasi uang palsu yang beredar di konter-konter tersebut.

Di sisi lain, para penjual jasa penukaran uang mulai merasakan peningkatan aktivitas meski belum mencapai puncaknya. Wulan Novianti, salah seorang penyedia jasa di kawasan tersebut, mengaku sangat terbantu dengan kehadiran petugas kepolisian.

Baca juga:  Ribuan Korban Banjir Kudus Mengungsi ke Gedung DPRD

‘’Senang banget kalau Polres Kudus peduli pada keamanan kami, terutama soal antisipasi uang palsu. Kalau ada apa-apa, kami tinggal telepon 110 atau ke pos terdekat,’’ ungkap Wulan.

Menurut Wulan, saat ini permintaan uang baru berada di kisaran 40 persen dan diprediksi akan melonjak hingga 80 persen saat memasuki H-10 lebaran. Dalam sehari, perputaran uang bisa mencapai Rp8 juta hingga Rp10 juta.

‘’Pecahan yang paling banyak dicari itu Rp 2.000, Rp 5.000, dan Rp 10.000. Untuk biaya jasanya, kami mengenakan tarif 15 persen per Rp 100.000-nya,’’ pungkasnya. (han/rit)



TERKINI

Rekomendasi

...