JATENGPOS.CO.ID, KARANGANYAR – Seribuan porsi takjil Mas Jokpram untuk buka puasa di Desa Baturan, Kecamatan Colomadu, ludes dibagikan gratis untuk masyarakat kurang dari 15 menit, Jumat (6/3). Warga sangat antusias bahkan rela antre saat hujan sambil bawa payung dan memakai jas hujan.
Aneka menu makanan yang dibagikan kepada masyarakat itu diantaranya seperti, nasi bakar, sate ayam, nasi kuning. Kemudian ada jenang-jenangan, seperti jenang grendul, jenang mutioro, jenang sum-sum, dan tentu ada gorengan. Menariknya gorengannya itu disajikan dengan live cooking, sehingga selalu hangat. Tak ketinggalan ada juga aneka jajanan pasar. Untuk minuman ada aneka jus. Ada jus mangga, jus apel, jus sirsat, dan jus jambu.
Menurut Joko Pramono, takjil yang dibagikan tersebut selama ini semuanya diserbu masyarakat. Namun, yang paling jadi klangenan masyarakat adalah jenangnya. Bahkan di komen Tiktok itu ada yang nyidam jenangnya. Selain jenang, menu gorengan itu setiap event bagi takjil selalu ada dan jadi incaran warga.
Bagi takjil gratis yang dilakukan kali ini adalah tujuh dari sepuluh titik yang dirancang selama Ramadan.
“Saat ini kita di desa Baturan. Nanti masih ada tiga titik lagi di Gedongan, Tohudan, dan Gawanan,” jelasnya.
Adapun makanan yang dibagikan selalu melibatkan UMKM lokal. Misalnya di Baturan, melibatkan UMKM dari Baturan. Makanan dibeli, kemudian dibagikan. Demikian juga di Malangjiwan. “Paulan juga seperti itu,” terang Anggota DPRD Karanganyar Fraksi PDIP yang akrab disapa Mas Jokpram itu.
Jokpram membuat konsep bagi takjil menggunakan gerobak bajai sebagai icon bagi takjilnya. Sehingga mudah dibawa untuk keliling ke desa-desa. Menurut Jokpram, tujuannya, selain berbagi takjil juga untuk mayoni atau ngelarisi UMKM yang ada di sekitar titik lokasi bagi takjil.
“Alhamdulillah semarak dan antusias warga luar biasa, mulai start buka itu maksimal 15 menit sudah ludes. Kita rata-rata bawa sekitar 800-1000 porsi. Jadi memang antusias masyarakatnya luar biasa. Dan antriannya tertib,” ungkap Jokpram.
Ia sengaja tidak mengadakan bagi-bagi takjil di pinggir jalan seperti umumnya. Karena ia menilai itu berbahaya. Selain itu, dengan konsep ini, ia ingin lebih dekat dengan warga. Jokpram juga menegaskan bahwa untuk lokasi ia pastikan berjauhan dengan tempat warga yang jualan takjil.
“Karena kalau dekat pedagang di situ nanti rezeki mereka terganggu. Mereka nanti pasti terganggu karena ini gratis. Mereka jualan. Jadi, jangan takut pedagang yang jualan. Kita memang sudah survei tempatnya, survei titiknya. Titik itu kita pasti jauh dari yang jualan takjil-takjil itu. Jadi tidak mengganggu rejekinya para pedagang, malah sebaliknya kita larisi,” tandasnya. (yas/rit)








