JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN- Bupati Semarang H Ngesti Nugraha membuka acara ‘Ngabuburit Fest’ yang menggelar aneka berbagai produk UMKM di halaman Masjid Agung Al Mabrur, Sidomulyo, Ungaran Timur, Sabtu (7/3/2026) sore. Pameran ini diikuti sekitar 150 pelaku UMKM di Kabupaten Semarang.
Bupati Ngesti Nugraha menyampaikan, kegiatan pameran dan penjualan produk UMKM ini diharapkan dapat mengembangkan potensi usaha mikro terutama menjelang Lebaran tahun ini.
Menurutnya, kegiatan ini juga berlangsung menjelang Idulfitri. Saat kebutuhan masyarakat terhadap berbagai produk, mulai dari bahan pokok, sandang hingga produk UMKM, meningkat.
“Kegiatan ini sangat membantu UMKM agar terus berkembang bergerak apalagi menjelang Idul Fitri saat kebutuhan masyarakat juga banyak. Saya berharap selama kegiatan Ngabuburit Fest pada 7–15 Maret 2026 ini seluruh produk tenant bisa masyarakat borong. Sehingga ekonomi pelaku usaha mikro semakin bergerak,” ujarnya.
Pembukaan acara ditandai dengan pemukulan rebana oleh Bupati diikuti Ketua DPRD Bondan Marutohening, perwakilan Forkompimda, Sekda Valeanto Sukendro dan pejabat lainnya.
Ketua DPRD Bondan Marutohening saat sambutan berharap kegiatan serupa dapat digelar di beberapa titik di wilayah Kabupaten Semarang. Tujuannya agar upaya pengembangan UMKM dapat merata.
“Dapat dilaksanakan setiap tahun untuk menggerakkan ekonomi masyarakat,” tegasnya .
Ketua Panitia Pelaksana Ngabuburit Fest, Samsul Ridwan menjelaskan gelaran diikuti 150 peserta UMKM. Acara akan berlangsung sampai 15 Maret 2026, buka mulai pukul 15.00 WIB -22.00 WIB. Mereka menjajakan produknya di 95 tenda yang disediakan panitia.

Ketua Panitia Ngabuburit Fest, Samsul Ridwan, mengatakan tingginya minat pelaku usaha membuat sejumlah tenda tenant harus diisi lebih dari satu pelaku usaha.
“Dari 95 tenda tenant yang panitia sediakan, beberapa di antaranya terisi oleh dua pelaku usaha mikro. Di dalamnya terbagi dalam tiga kategori produk, yakni fesyen, kuliner, serta kerajinan tangan (craft). Kegiatan ini memang difokuskan pada pemberdayaan pelaku usaha mikro di wilayah Kabupaten Semarang,” jelasnya.
Samsul yang juga Ketua Takmir Masjid Agung IPHI Al-Mabrur menambahkan, festival tahun ini mencetak sejarah baru dalam hal pelayanan kepada UMKM. Karena seluruh biaya operasional, mulai dari sewa tempat, aliran listrik, kebutuhan air, hingga parkir pengunjung, digratiskan sepenuhnya.
Melalui kegiatan ini, para pelaku usaha yang biasanya berjualan dari rumah diberi kesempatan memasarkan produknya secara lebih luas. Pihaknya menggandeng berbagai pihak mulai dari Baznas Kabupaten Semarang, Karang Taruna, himpunan pengusaha dan perbankan.
Selain itu mendorong perekonomian pelaku usaha mikro menjelang Idulfitri, kegiatan ini juga menjadi sarana mendekatkan layanan perbankan kepada pelaku usaha.
“Tujuan pertama, pemenuhan kebutuhan finansial masyarakat menjelang Lebaran. Kedua, menciptakan kolaborasi. UMKM yang selama ini tidak tahu cara mengakses modal, ini kami pertemukan dan fasilitasi dengan perbankan,” tandas Samsul.
Melalui kolaborasi ini, pelaku usaha mikro yang belum memahami akses layanan perbankan dapat memperoleh edukasi langsung. Termasuk terkait pembiayaan usaha seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR). (muz)










