26.3 C
Semarang
Rabu, 29 April 2026

Musim Giling 2026 Targetkan 28 Ribu Ton Gula




JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Pabrik Gula (PG) Rendeng secara resmi memulai rangkaian musim giling tahun 2026, ditandai prosesi tradisional Gantingi atau pengantin tebu yang digelar meriah. Tradisi tahunan ini menjadi simbol kesiapan pabrik gula peninggalan kolonial tersebut, untuk memacu produksi dan mendukung swasembada pangan nasional.

General Manager PG Rendeng, Erwin Fitri Hapmoko, mengungkapkan bahwa operasional penggilingan akan dimulai secara efektif pada pertengahan Mei mendatang. Ia optimis tahun ini akan menjadi tahun peningkatan performa bagi PG Rendeng.

‘’Target kami tahun ini adalah menggiling sekitar 400 ribu ton tebu. Jika dibandingkan tahun lalu yang mencapai 328 ribu ton, ada kenaikan signifikan sekitar 130 persen,’’ ujar Erwin, saat ditemui di sela-sela prosesi, Rabu pagi.

Lanjutnya, pada prosesi giling tebu tahun ini, ihak manajemen mematok target rendemen sebesar 7 persen, dengan estimasi total produksi gula mencapai 28.000 ton selama masa giling yang diprediksi berlangsung selama lima bulan ke depan.


Baca juga:  Kementan Pastikan Stok Daging Sapi Nasional Mencukupi Selama Ramadhan

Untuk memenuhi kebutuhan bahan baku, PG Rendeng mengandalkan pasokan tebu dari lahan seluas 5.400 hektar yang tersebar di lima kabupaten, yakni Kudus, Jepara, Pati, Rembang, dan Blora.

‘’Khusus wilayah Rembang dan Jepara, luasan lahan tebu mencapai sekitar 600 hektar’’ tuturnya.

Terkait proses Gantingi, kata Fitri, ada yang unik dalam prosesi tahun ini. Sebagaimana kearifan lokal yang terus dijaga, musim giling diawali dengan mempertemukan sepasang ‘pengantin tebu’ dalam acara Gantingi.

Tebu pria diberi nama Raden Bagus Langgeng Laksono Wijoyo, yang melambangkan sosok berperilaku baik dan konsisten dalam kebaikan. Sedangkan tebu putri dinamai Roro Sri Rahayu Seming Manis, yang mengandung doa agar hasil giling membawa kemuliaan dan kesejahteraan.

Baca juga:  Bandara Blora Bakal Dinamai Abdurrahman Wahid

‘’Tebu pengantin ini berasal dari lahan yang berbeda. Tebu putra diambil dari lahan petani di wilayah Besito, sementara tebu putri berasal dari kebun internal kami di Peganjaran,’’ tambah Erwin.

Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, Didik Tri Prasetiyo. Ia menyampaikan harapan agar musim giling tahun ini berjalan lancar dengan hasil rendemen yang maksimal.

‘’Kami berharap PG Rendeng mampu menghasilkan gula yang luar biasa kualitasnya. Keberhasilan giling ini sangat penting agar Kabupaten Kudus tetap surplus gula dan tidak pernah mengalami kekurangan stok setiap tahunnya,’’ tutup Didik. (han/rit)




TERKINI




Rekomendasi

...