32 C
Semarang
Senin, 9 Maret 2026

‘Sragen Mart’ Penanda Bangkitnya Ekonomi Rakyat

JATENGPOS.CO.ID, SRAGEN – Sragen Mart menandai bangkitnya ekonomi kerakyatan di Sragen dengan modal 3 miliar dari saham masyarakat. Swalayan yang menyajikan kebutuhan sehari-hari dengan harga terjangkau dan pelayanan prima ini semakin unggul karena menjadi etalase produk UMKM.

Bupati Sragen, Sigit Pamungkas dan Wakil Bupati Suroto meresmikan langsung swalayan yang berada pusat kota Sragen tepatnya di kawasan titik 0 Atrium Sragen tersebut.

Bupati Sigit Pamungkas mengapresiasi atas berdirinya Sragen Mart. Ia menilai swalayan ini dapat menjadi salah satu katalisator pertumbuhan ekonomi daerah. Sehingga, keberadaannya sangat penting untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Saat ini pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sragen berada di kisaran 5,7 persen. Kehadiran ritel berbasis komunitas seperti Sragen Mart diharapkan mampu memperkuat ekosistem ekonomi lokal, khususnya bagi pelaku UMKM,” kata Bupati Sigit Pamungkas, Sabtu (7/3).

Bupati juga menekankan pentingnya menjaga standar kualitas produk yang dipasarkan. Selain itu juga ketersediaan produk serta keberlanjutan pasokan menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan konsumen.

“Kita berharap produk yang dijual di Sragen Mart berasal dari wilayah Sragen, sehingga perputaran ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Karena ini bukan sekadar aktivitas jual beli, tetapi ada misi kemandirian ekonomi. Jika model ini berhasil, kita akan dikembangkan ke wilayah lain,” tegas Sigit.

Baca juga:  Tekan Inflasi Akhir Tahun, Penyaluran Bantuan Beras 20 Kg dan Minyak Goreng Dimulai di Solo

Ketua Tanfidziyah NU Sragen, KH. Sriyanto menjelaskan, Sragen Mart menandai bangkitnya ekonomi kerakyatan di Sragen. Hal itu, menurut KH. Sriyanto menjadi pembeda Sragen Mart dibandingkan swalayan lainnya. Lantaran modalnya berasal murni dari masyarakat bawah, bukan dari corporate. Itulah mengapa Sragen Mart menempatkan ruang bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), tentu juga dilengkapi produk lainnya sebagaimana swalayan pada umumnya.

“Sragen Mart ini yang pertama, embrionya itu di Tanon. Itu kita ada NU Mart dari Lembaga Perekonomian NU. Nah, ini kita sudah agak maju lebih besar. Kita berada di titik 0 kilo ini. Dan cakupannya ini juga lebih besar. Sehingga pelayanan kepada umat itu lebih besar,” ungkap KH. Sriyanto.

Ditanya perbedaan Sragen Mart, dengan swalayan lainnya? Sriyanto menegaskan bahwa ini perbedaannya sangat tajam.

“Kita itu bukan dari pemodal besar yang memegang, tapi kita dari bawah semua ya. Dari angka sekian bisa kemudian tembus angka 3 miliar lebih, itu kan luar biasa gerakan ini. Yang kedua, kita menampung UMKM yang ada di wilayah kita. Ini kita ada space khusus untuk UMKM. Ini kita wadahi. Inilah yang membedakan Sragen Mart dengan swalayan lain,” terangnya.

Baca juga:  Menag: Keputusan Haji 2021 Masih Tunggu Keputusan Arab Saudi

Pegiat Ekonomi Kerakyatan Sragen, Sugito menambahkan hari ini dengan Sragen Mart menjadi bukti bahwa orang-orang kecil bisa membuat swalayan sekelas Sragen Mart. Yang kedua, besok akan berdiri Sragen Mart di berbagai tempat, termasuk di kecamatan-kecamatan berikutnya, yang posisinya tetap dimiliki oleh warga masyarakat.

“Kawan-kawan pegiat UMKM sangat semangat berada di sini. Kita akan selalu konsolidasi agar warga masyarakat yang punya UMKM bisa maksimal ada di market seperti ini. Jadi, di samping punya jualan di pasar tradisional, mereka juga akan naik kelas di swalayan. Mulai dari kemasannya, terus izinnya, itu kita dampingi agar sesuai dengan kelasnya,” tandas Sugito yang juga Ketua Lembaga Perekonomian NU Sragen itu. (yas/rit)



TERKINI

Rekomendasi

...