27 C
Semarang
Kamis, 30 April 2026

Telkom Percepat Eksekusi Strategi TLKM 30




JATENGPOS.CO.ID, JAKARTA – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mempercepat implementasi strategi transformasi TLKM 30 untuk memperkuat fundamental bisnis perusahaan. Fokusnya mencakup penataan portofolio, penguatan tata kelola perusahaan, serta pembentukan strategic holding guna meningkatkan nilai bisnis TelkomGroup.

Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini mengatakan, tahun 2026 menjadi momentum penting bagi perusahaan untuk mengeksekusi berbagai agenda transformasi tersebut. Upaya itu dilakukan melalui restrukturisasi dan streamlining anak usaha serta penguatan operational excellence.

“TLKM 30 kami jalankan untuk membuka nilai yang lebih besar dari seluruh potensi bisnis Telkom sekaligus memperkuat kontribusi perusahaan kepada negara dan pemegang saham melalui peningkatan nilai dan dividen,” katanya.

Dijelaskan, TLKM 30 merupakan strategi transformasi jangka menengah hingga 2030 untuk meningkatkan kinerja sekaligus memperkuat daya saing Telkom sebagai enabler ekosistem digital global. Program ini juga mendorong penataan portofolio bisnis yang lebih terarah serta penguatan praktik good corporate governance (GCG).


Transformasi tersebut sejalan dengan agenda total governance reset pada pengelolaan BUMN yang didorong misi Danantara. Fokusnya meliputi penguatan tata kelola yang transparan, prudent, serta disiplin dalam pengelolaan aset perusahaan.

Baca juga:  DPD PKS Kabupaten Semarang Peduli Kebangkitan UMKM

Dalam implementasinya, Telkom juga memperkuat operational excellence melalui peningkatan disiplin operasional, perbaikan proses bisnis, serta pengelolaan alokasi modal yang lebih efisien. Langkah ini didukung transformasi budaya perusahaan yang menekankan kolaborasi, akuntabilitas, serta orientasi pada kinerja dan penciptaan nilai.

Salah satu progres transformasi terlihat dari pembentukan entitas FiberCo melalui spin-off sebagian bisnis dan aset wholesale fiber connectivity ke PT Telkom Infrastruktur Indonesia atau InfraNexia. Entitas tersebut diproyeksikan menjadi mesin pertumbuhan baru yang fokus mengembangkan bisnis fiber sekaligus membuka peluang network sharing dan kemitraan strategis.

Selain FiberCo, Telkom juga menyiapkan langkah untuk membuka potensi nilai dari aset infrastruktur lain seperti bisnis data center melalui NeutraDC dan bisnis menara telekomunikasi melalui Mitratel. Strategi ini diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan aset digital infrastructure milik TelkomGroup.

Baca juga:  Solusi Bangun Indonesia Ajak Masyarakat Jalan Sehat Bersama BUMN di Cilacap

Perusahaan juga melakukan streamlining melalui penataan portofolio entitas usaha di lingkungan TelkomGroup. Evaluasi menyeluruh dilakukan untuk memastikan fokus pada bisnis inti telekomunikasi dan digital serta menciptakan struktur organisasi yang lebih ramping dan efisien.

Langkah awal dari streamlining tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian jual beli bersyarat oleh TelkomMetra menuju divestasi penuh PT Administrasi Medika (AdMedika) beserta entitas anaknya TelkoMedika. Aksi ini menjadi bagian dari penataan portofolio bisnis non-core di TelkomGroup.

Ke depan, Telkom juga memperkuat perannya sebagai strategic holding dengan empat pilar bisnis utama yaitu B2C, B2B ICT, Digital Infrastructure, dan International Business. Struktur ini diharapkan membuat setiap lini bisnis lebih fokus dan lincah dalam mengoptimalkan peluang ekosistem digital di Indonesia.

“Dengan dukungan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, transformasi ini kami dorong untuk memberikan dampak positif bagi perekonomian dan masyarakat melalui layanan konektivitas digital yang semakin merata dan berkualitas,” tutupnya.(aln)




TERKINI




Rekomendasi

...

Manulife Indonesia Hadirkan MiPrecious

PGN Pasok Gas Bumi ke BMI Lamongan,...

SIG Lakukan Ekspansi di IKN