25 C
Semarang
Minggu, 22 Maret 2026

Gubernur Ahmad Luthfi Rayakan Idulfitri Bareng Anak Panti dan Komunitas Difabel




JATENGPOS. CO. ID, SEMARANG – Di tengah tradisi Lebaran yang identik dengan open house, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memilih berbeda. Pada Idulfitri 1447 H/2026, ia merayakan hari kemenangan dengan sederhana. Ahmad Luthfi berbagi kebahagiaan bersama anak panti asuhan dan komunitas disabilitas di Wisma Perdamaian, Sabtu (21/3/2026).

Pesan kesahajaan itu tercermin dalam kegiatan silaturahmi yang dihadiri anak-anak panti asuhan dan komunitas difabel. Tanpa seremoni berlebihan, acara berlangsung hangat dan penuh kebersamaan.

Ahmad Luthfi menegaskan, esensi Idulfitri bukan pada kemewahan perayaan, melainkan pada silaturahmi, saling memaafkan, dan berbagi kepada sesama, terutama mereka yang membutuhkan.

“Tidak ada open house. Kita isi dengan penyantunan bersama OPD agar semua merasakan kebahagiaan yang sama. Santunan ini untuk difabel, dhuafa, dan anak yatim,” ujar Ahmad Luthfi di sela kegiatan.


Baca juga:  Warga Jatingaleh Dukung Agustin - Iswar Wujudkan Program Pro Rakyat 

Dalam suasana penuh keakraban, Ahmad Luthfi tampak berinteraksi langsung dengan para tamu undangan. Ia bahkan terlihat menggendong anak-anak panti, menciptakan momen hangat yang mencerminkan kedekatan emosional dengan masyarakat kecil.

Didampingi Sekda Jateng Sumarno dan jajaran kepala OPD, Ahmad Luthfi juga menegaskan komitmennya terhadap inklusivitas. Ia menyebut semua manusia memiliki kedudukan yang sama di hadapan Tuhan.

“Anak-anak panti dan komunitas disabilitas kita undang karena semua manusia dilahirkan sama di hadapan Allah SWT,” katanya.

Kepala Panti Pelayanan Sosial Anak Woro Wiloso Salatiga, Heksasari Ratna Dewi, mengapresiasi inisiatif tersebut. Ia menyebut kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi anak-anak panti yang jarang mendapat kesempatan outing.

“Anak-anak sangat senang. Ini momen yang ditunggu karena jarang sekali mereka bisa keluar bersama. Tadi dijemput bus sejak pagi setelah salat Id. Mereka sangat antusias,” ujarnya.

Baca juga:  Asuransikan Atlet dan Pelatih PSE

Hal senada disampaikan Ketua Yayasan Komunitas Sahabat Difabel, Hidayah. Ia mengaku terharu atas perhatian yang diberikan pemerintah provinsi kepada komunitas difabel.

“Ini pertama kalinya kami diundang merayakan Lebaran bersama Gubernur di Wisma Perdamaian. Kami merasa sangat dihargai dan dekat dengan Pak Gubernur,” katanya.

Acara tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan, di antaranya Ketua Baznas dan MUI Jateng, Ahmad Darodji, jajaran direksi Bank Jateng, serta Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng dan Wakil Wali Kota Izwar Aminuddin.

Melalui perayaan sederhana ini, Ahmad Luthfi ingin menegaskan bahwa makna Lebaran sejatinya terletak pada kepedulian sosial dan kebersamaan, bukan pada kemewahan seremoni. (rit)




TERKINI




Rekomendasi

...