26 C
Semarang
Sabtu, 28 Maret 2026

Menteri ESDM Tinjau SPKLU, PLN Buktikan Kesiapan Layani Lonjakan Pemudik dengan Kendaraan Listrik




 

JATENGPOS.CO.ID, SRAGEN- PT PLN (Persero) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung ekosistem kendaraan listrik nasional dengan memperkuat infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) khususnya di jalur strategis. Langkah ini menjadi bagian dari upaya PLN menghadirkan layanan energi yang makin mudah diakses, efisien, serta memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman bagi masyarakat.

 

Pada momentum Lebaran 2026, PLN mengantisipasi lonjakan pengguna kendaraan listrik melalui perluasan dan pemerataan SPKLU di jalur yang dilalui arus mudik. Kehadiran infrastruktur yang makin luas dan optimal tersebut turut mendorong peningkatan kepercayaan masyarakat untuk menggunakan kendaraan listrik dalam perjalanan jarak jauh.


 

Berdasarkan data PLN, pemanfaatan SPKLU selama periode mudik Lebaran 2026 meningkat signifikan hingga empat kali lipat dibandingkan hari biasa maupun periode libur sebelumnya. Capaian ini menunjukkan kesiapan PLN dalam memastikan ketersediaan layanan pengisian daya yang andal di jalur mudik nasional.

 

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, meninjau langsung kesiapan SPKLU di Rest Area Kilometer 519 B, Kabupaten Sragen, Kamis (26/3). Dalam kunjungannya, dia mengapresiasi kesiapan PLN dalam menghadirkan infrastruktur pengisian daya yang makin memadai dan berkembang pesat dibandingkan tahun sebelumnya.

 

“Tetapi tidak akan mungkin mobil listrik itu banyak kalau infrastruktur SPKLUnya enggak kita bangun dan sekarang sudah mulai membaik. Dan ini tingkat pemakaiannya empat kali lipat dibandingkan dengan hari biasa. Ini menurut laporan dari teman-teman dari PLN. Saya pikir okelah.” jelas Bahlil.

 

Selain itu, Bahlil juga menambahkan teknologi SPKLU PLN sudah berkembang sehingga memungkinkan waktu pengisian daya yang makin cepat, yakni sekitar 30 menit, dengan biaya yang lebih hemat hingga 70 persen dibandingkan penggunaan bahan bakar minyak.

Baca juga:  PLN Nyalakan Serentak 224 Pelanggan di Sektor Agrikultur

 

“Tadi 30 menit kok (waktu mengisi daya listriknya). Dan biayanya 70% lebih murah. Dibandingkan. Dibandingkan dengan bensin. Jadi bensin itu kan disubsidi kalau RON 90. Kalau listrik kan enggak pakai subsidi. Subsidi enggak? Enggak kan? Karena industri kan? Betul. Tetapi biayanya lebih murah 70% daripada bensin.” jelas Bahlil.

 

Kemudahan penggunaan kendaraan listrik telah dirasakan langsung oleh para pemudik. Tri Adi Santoso, pemilik mobil listrik asal Lampung, menyampaikan bahwa perjalanan jarak jauhnya kini menjadi lebih efisien, baik dari sisi waktu pengisian daya maupun biaya perjalanan.

 

“Kemarin saya dari lampung ke sini, semuanya sudah diperbaharui. Super fast charging-nya banyak sekarang pak, jadi benar-benar setengah jam. Jadi pakai mobil listrik sekarang bukan lagi masalah di infrastruktur, saya dari bandar lampung itu enggak habis lima ratus ribu. Dahulu saya pakai mobil bbm dari bandar lampung sampai serang itu bisa habis dua juta rupiah. Jauh banget pak selisihnya.” jelas Adi.

 

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah, Bramantyo Anggun Pambudi, menegaskan PLN siap mendukung program transisi energi pemerintah melalui percepatan penguatan infrastruktur kendaraan listrik di Indonesia.

 

“Kami menyambut baik dukungan dan arahan Bapak Menteri ESDM sebagai penguat langkah PLN dalam menghadirkan ekosistem kendaraan listrik yang semakin matang. PLN berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan SPKLU, meningkatkan kapasitas layanan, serta memastikan pengalaman pengisian daya yang cepat, mudah, dan nyaman bagi masyarakat, khususnya pada momentum mudik Lebaran ini,” ujarnya.

Baca juga:  Tawarkan banyak Produk Pilihan, ACC Bantu Customer Tingkatkan Usahanya

 

Dia menambahkan, PLN juga akan terus melakukan evaluasi dan penguatan di titik-titik strategis guna mengantisipasi pertumbuhan pengguna kendaraan listrik yang makin masif.

 

“Sejalan dengan arah kebijakan pemerintah, PLN siap menjadi tulang punggung dalam mendukung transisi energi nasional melalui penyediaan infrastruktur yang andal, merata, dan berkelanjutan,” tambahnya.

 

Secara nasional, PLN bersama mitra telah menyiapkan 4.769 unit SPKLU yang tersebar di 3.097 lokasi di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.681 unit SPKLU berada di jalur mudik Trans Sumatera-Jawa-Bali dengan rata-rata jarak antar SPKLU sekitar 22 kilometer.

 

Di wilayah Jawa Tengah, PLN menyiapkan 305 unit SPKLU di 192 lokasi dengan berbagai tipe pengisian, mulai dari Ultra Fast Charging, Fast Charging, Medium Charging hingga Standard Charging yang telah melalui pengecekan untuk memastikan operasional optimal. Khusus di jalur Tol Trans Jawa wilayah Jawa Tengah, tersedia 79 unit SPKLU yang tersebar di 24 rest area guna mendukung kelancaran perjalanan mudik kendaraan listrik.

 

PLN menegaskan akan terus menjadi garda terdepan dalam mendukung transisi energi nasional melalui pengembangan infrastruktur kendaraan listrik yang terintegrasi. Dengan dukungan tersebut, PLN optimistis kendaraan listrik akan makin menjadi pilihan utama masyarakat, sekaligus mendorong terciptanya mobilitas yang lebih ramah lingkungan, efisien, dan berkelanjutan di Indonesia.(aln)




TERKINI




Rekomendasi

...

8 Rekomendasi Resort di Bogor untuk Kegiatan...

PLN Sabet Penghargaan

Telkomsel Gelar IndonesiaNEXT Season 8

Mini Expo HUT ke-80 KAI Hadir di...