28 C
Semarang
Minggu, 29 Maret 2026

Grebeg Syawal Solo Safari Upaya Lestarikan Tradisi Jawa




JATENGPOS.CO.ID, SOLO – Nuansa tradisi kental berpadu dengan wajah modern pariwisata saat tradisi Grebeg Syawal digelar di kawasan wisata Solo Safari, Sabtu (28/3). Acara tahunan ini tidak hanya sekadar perayaan pascaramadan, namun juga menjadi simbol sinergi kuat antara pelestarian kearifan lokal dengan edukasi satwa di Kota Bengawan.

Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, yang membuka langsung acara tersebut menegaskan pentingnya menjaga eksistensi budaya Jawa di tengah arus modernisasi. Menurutnya, budaya bukan sekadar tontonan visual, melainkan tuntunan hidup yang mengandung nilai luhur seperti gotong royong dan tepa selira.

“Budaya Jawa adalah warisan adiluhung yang harus kita jaga bersama. Momentum Grebeg Syawal ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus nguri-uri budaya agar tidak luntur tergerus zaman,” tegas Astrid di hadapan ribuan pengunjung.

Baca juga:  Ratusan ASN Lepas Rudy di Hari Terakhir Jabat Wali Kota Solo

Prosesi utama Grebeg Syawal diawali dengan penyerahan tombak pada ‘Joko Tingkir’ yang diperankan oleh BRM Yudhistira Rachmat Saputro cucu PB XIII, dilanjutkan kirab gunungan hasil bumi sebagai perlambang kemakmuran dan rasa syukur. Dilanjutkan dengan Joko Tingkir naik gethek di Sungai Bengawan Solo.


Puncak acara yang paling dinanti adalah saat pengunjung diperbolehkan memperebutkan isi gunungan, sebuah tradisi yang dipercaya masyarakat setempat sebagai cara untuk mencari berkah.

Sepanjang acara, ribuan pasang mata disuguhkan pertunjukan seni yang memikat. Alunan karawitan, tari-tarian tradisional, hingga kolaborasi musik etnik modern menggema di area Solo Safari, menciptakan suasana yang dinamis namun tetap khidmat.

Selain aspek budaya, Grebeg Syawal kali ini juga menjadi mesin penggerak ekonomi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Berbagai stan kuliner khas Lebaran dan produk kerajinan unggulan Solo turut memadati area, memberikan dampak langsung pada sektor ekonomi kreatif.

Baca juga:  Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Luncurkan 177 KDMP di Karanganyar 

Astrid memberikan apresiasi tinggi kepada pengelola Solo Safari dan para pelaku seni yang berhasil mengemas tradisi ini secara inklusif sehingga menarik minat generasi muda dan wisatawan mancanegara.

“Kami berharap Grebeg Syawal di Solo Safari ini terus berkembang menjadi event budaya unggulan berskala nasional bahkan internasional. Dengan pengemasan kreatif, tradisi lokal akan tetap relevan di era modern,” pungkasnya.

Hingga acara berakhir, antusiasme warga tetap tinggi, mencerminkan identitas Solo sebagai kota budaya yang terus bergerak maju tanpa meninggalkan jati diri aslinya. (dea/rit)




TERKINI




Rekomendasi

...