JATENGPOS, CO.ID, UNGARAN — PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk mulai mematangkan proses regenerasi kepemimpinan perusahaan. Direktur Irwan Hidayat memastikan transisi ke generasi penerus disiapkan secara bertahap dan terstruktur.
Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Irwan Hidayat mengatakan rencana pergantian pengurus telah dipublikasikan dalam RUPS pada 17 Maret lalu. Ia menyebut dirinya dipilih kembali untuk memimpin sementara karena faktor pengalaman dan usia paling senior di antara saudara.
“Kenapa saya dipilih, karena saya paling tua. Tapi tugas saya hanya mengantar ke generasi penerus,” katanya.
Irwan menjelaskan proses regenerasi menjadi lebih kompleks karena melibatkan 13 anggota keluarga dari generasi berikutnya. Berbeda dengan generasi sebelumnya yang hanya lima bersaudara, diperlukan aturan yang lebih jelas dan transparan.
“Kalau dulu kami berlima cukup saling tahu, cukup telepon. Sekarang sudah 13 orang dari lima keluarga, jadi harus ada aturan yang transparan,” ujarnya.
Ia menegaskan dalam satu tahun ke depan, manajemen akan fokus menyempurnakan seluruh aspek perusahaan sebelum diserahkan. Mulai dari regulasi internal, produksi, keuangan hingga lingkungan akan ditata agar sesuai standar maksimal.
“Kami ingin menyerahkan perusahaan dalam kondisi sempurna, patuh 100 persen terhadap aturan. Jangan sampai ada celah saat diserahkan ke generasi berikutnya,” jelasnya.
Selain itu, perusahaan juga akan memperkuat kinerja bisnis melalui peningkatan penjualan dan ekspansi pasar. Salah satu langkah yang disiapkan adalah memperluas pemasaran produk suplemen serta membuka kantor perwakilan di luar negeri.
“Kami dorong penjualan, terutama suplemen dan ekspor. Tahun ini kami fokus bangun kantor marketing di luar negeri,” tegasnya.
Irwan juga menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan perusahaan. Saat ini, Sido Muncul tengah mengembangkan sistem digital untuk memantau aktivitas bisnis secara real time.
“Kami buat sistem monitoring real time, jadi semua proses bisa langsung dikontrol, tidak menunggu laporan setelah kejadian,” tandasnya.
Ia menambahkan, setelah proses transisi dilakukan, dirinya bersama jajaran pendiri tidak akan langsung melepas perusahaan. Pendampingan kepada generasi penerus akan tetap dilakukan selama dua hingga tiga tahun ke depan.
“Kami tidak akan meninggalkan begitu saja. Tetap kami dampingi agar transisi berjalan baik,” ungkapnya.
Terkait kepemimpinan, Irwan menilai posisi CEO sebaiknya tetap dipegang keluarga selama memiliki kompetensi. Menurutnya, pemilik perusahaan memiliki tanggung jawab dan komitmen yang lebih besar dibanding profesional.
“Kalau dari keluarga mampu, lebih baik dari keluarga. Tidak ada yang lebih total daripada pemilik,” ujarnya.
Ia memastikan seluruh generasi penerus memiliki bekal pendidikan dan pengalaman yang memadai. Sebagian bahkan telah memiliki pengalaman kerja hingga lebih dari dua dekade.
“Semua berpendidikan baik dan punya pengalaman 15 sampai 25 tahun, jadi tidak diragukan,” pungkasnya.(aln)














