27.3 C
Semarang
Senin, 30 Maret 2026

Jelang Hari Raya Idul Adha, Dinas Pertanian Kudus Perketat Lalu Lintas Ternak




JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kudus mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap persebaran penyakit mulut dan kuku (PMK), menjelang perayaan Idul Adha 2026. Mobilitas ternak yang tinggi dari luar daerah kini menjadi perhatian serius petugas di lapangan.

Kabid Peternakan Dispertan Kudus, Arin Nikmah, mengungkapkan bahwa pengisian kandang oleh para peternak sudah mulai dilakukan sejak Januari lalu. Sementara itu, lalu lintas ternak yang masuk ke pasar-pasar hewan di Kudus, terpantau mulai meningkat signifikan sejak Februari.

‘’Lalu lintas ternak saat ini cukup tinggi dan ini menjadi titik kritis penularan PMK. Kita harus sadar bahwa virus ini pada dasarnya masih ada di sekitar kita, sehingga pembinaan kepada peternak terus kami intensifkan,’’ ujar Arin, saat ditemui Senin (30/3).

Baca juga:  Forum Perangkat Daerah Dorong Inovasi PAD

Arin menyebut, sepanjang Februari hingga Maret 2026, telah ditemukan sebanyak 14 kasus PMK di kandang-kandang peternak lokal. Ia juga menyebutkan bahwa sebagian besar ternak yang terjangkit berhasil disembuhkan, namun beberapa di antaranya terpaksa dilakukan potong paksa guna memutus rantai penularan.


Dengan demikian, pihaknya menekankan bahwa PMK bukan penyakit yang bisa hilang dalam sekejap,’’Belajar dari sejarah, butuh waktu hingga 10 tahun agar sebuah wilayah benar-benar bersih dari virus ini. Karena Kudus adalah kabupaten kecil, kita sangat bergantung pada pengawasan di tingkat provinsi dan kewajiban vaksinasi,’’ imbuhnya.

Meski ditemukan kasus, Arin mengapresiasi tingkat kesadaran peternak Kudus yang semakin membaik. Banyak peternak yang kini proaktif melakukan pengobatan tradisional dengan ramuan jamu, serta intens berkoordinasi dengan petugas medis untuk mendapatkan penanganan vaksinasi.

Baca juga:  Petani Keluhkan Saluran Pertanian Tertutup Material KDMP

Pada triwulan pertama 2026, realisasi vaksinasi telah mencapai 114 dosis. Angka ini akan digenjot habis-habisan pada bulan April mendatang,’’Target kami di bulan April adalah 2.500 dosis vaksin, yang menyasar sekitar 700 ekor ternak untuk diselesaikan segera,’’ jelas Arin.

Kedepannya, fokus pengawasan dan vaksinasi saat ini menyasar populasi ternak besar seperti sapi dan kerbau, terutama di wilayah kantong ternak seperti Jekulo dan Dawe yang didominasi sapi potong jenis Simental dan Limosin.

Selain vaksinasi, Dispertan juga rutin memberikan tambahan vitamin dan pemantauan tanda klinis secara berkala,’’Kami mengimbau untuk segera melapor, jika menemukan gejala klinis pada hewan ternak, agar dapat segera ditangani secara medis,’’ pungkasnya. (han/rit)




TERKINI




Rekomendasi

...