JATENGPOS.CO.ID, SUKOHARJO – Kabupaten Sukoharjo kini resmi memiliki ikon wisata literasi baru. Gedung Grha Perpustakaan Sukoharjo yang berlokasi di Kelurahan Mandan resmi diresmikan pada Maret 2026 ini sebagai ruang publik modern berbasis inklusi sosial dengan fasilitas lengkap.
Pembangunan gedung berlantai dua ini rampung pada akhir Desember 2025 dengan dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK) Perpustakaan Nasional senilai Rp7,8 miliar, ditambah dana pendamping dari Pemkab Sukoharjo untuk pengurukan lahan.
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, menegaskan bahwa proyek ini merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di wilayahnya. Ia menepis kritik media sosial mengenai relevansi gedung fisik di era digital.
“Perpustakaan tidak hanya tempat membaca, tetapi ruang tumbuh bersama bagi masyarakat untuk belajar, berinovasi, dan berkolaborasi. Ini adalah upaya menghidupkan kembali budaya membaca di kalangan generasi muda,” tegas Etik usai meresmikan Gedung Perpustakaan, Selasa (31/03).
Saat ini, Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Sukoharjo telah mencapai 23,80, jauh melampaui rata-rata nasional yang berada di angka 10,37. Kehadiran Grha Perpustakaan diharapkan terus mendongkrak angka tersebut secara berkelanjutan.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Sukoharjo, Iwan Setiyono, menjelaskan bahwa gedung yang sudah beroperasi sejak 2 Januari 2026 ini mengedepankan pengembangan potensi pengguna dan penguatan soft skill.
Fasilitas yang dapat dinikmati masyarakat: Lantai 1: Ribuan koleksi buku, ruang ramah anak, pojok corner, serta area diskusi dan kerja (coworking space). Lantai 2: Ruang kreatif untuk pelajar/mahasiswa dan Mini Teater dengan kapasitas sekitar 50 orang. Area Outdoor: Tribun Kesenian di depan gedung yang difungsikan sebagai panggung pertunjukan musik, tari, hingga teater pada malam hari.
Dengan konsep inklusi sosial, perpustakaan ini tidak lagi sekadar menjadi gudang buku, melainkan ruang berbagi pengalaman. Masyarakat kini memiliki akses gratis ke fasilitas yang nyaman untuk bekerja maupun menyalurkan bakat seni mereka di tribun terbuka.
Pemerintah berharap, Grha Perpustakaan Sukoharjo mampu menjadi motor penggerak literasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman sekaligus menjadi destinasi wisata edukasi unggulan di Jawa Tengah. (dea/rit)














