28.9 C
Semarang
Senin, 6 April 2026

Diisukan Bakal Bongkar Pagar Pasar Johar , Pemilik Toko Roti Gambang Angkat Bicara




JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Isu pembongkaran pagar di kawasan bangunan heritage Pasar Johar, Kota Semarang mencuat. Setelah berdirinya Toko Roti Gambang yang berlokasi sebelah utara kawasan pasar cagar budaya tersebut.

Menanggapi kabar tak sedap yang viral di media sosial itu, pihak pengelola maupun pemilik Toko Roti Gambang memastikan tidak pernah ada rencana pembongkaran pagar seperti yang ramai diberitakan.

“Kalau untuk pembongkaran, jujur kami belum pernah tahu. Kami juga tidak pernah meminta untuk dibongkar karena menurut saya trafik yang sekarang sudah sangat cukup,” ujar Owner Roti Gambang Aldin Meidito Wibowo, belum lama ini.

Lanjut Aldin, pembongkaran pagar justru berpotensi menimbulkan persoalan baru di kawasan tersebut.


Ia juga menegaskan, seluruh pemasangan fasilitas di area cagar budaya dilakukan secara hati-hati dan sesuai aturan.

“Semua sudah kami lapisi dulu sebelum dipaku. Untuk paku saja tidak boleh sembarangan, apalagi mengiyakan sesuatu yang lebih besar seperti membongkar pagar,” terangnya.

Baca juga:  Siaga Darurat Kekeringan, BPBD Kabupaten Semarang Siapkan 250 Tangki Air Bersih

Bahkan, ia juga menduga isu tersebut bermula dari narasi di media sosial, salah satunya dari akun Instagram @dinaskegelapan_kotasemarang yang mengaitkan keberadaan tokonya dengan kepentingan tertentu.

“Isu itu berawal dari akun oposisi pemerintah yang merasa ada pembongkaran untuk mempermudah toko ini mendapatkan pelanggan. Padahal, dari kami tidak pernah ada permintaan atau pembicaraan soal itu,” katanya.

Dijelaskan, bahwa kabar yang menyebut tokonya dimiliki oleh anak Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti. Ia menegaskan, kepemilikan usaha mayoritas berada di tangannya.

“Saya sebagai marketing sekaligus owner, sebagian besar saham saya yang pegang. Tim saya ada partner yang mengelola produksi,” tandasnya.

Terkait, sosok yang dikaitkan sebagai putri wali kota tidak memiliki saham. Melainkan hanya membantu dalam hal informasi perizinan.

“Dia hanya membantu karena teman SMA saya. Memberi tahu soal perizinan, cara komunikasi dengan cagar budaya, dan sebagainya,” imbuhnya.

Aldin kembali menegaskan, bahwa seluruh proses perizinan telah ditempuh sesuai prosedur dan memakan waktu cukup panjang. Selama enam bulan, mulai September hingga Maret 2026 lalu.

Baca juga:  Layani Pendemo Secara Humanis, Polrestabes Semarang Bagikan Takjil Buka Puasa

Di sisi lain, saat dikonfirmasi JATENG POS,  Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Aniceto Magno Da Silva, menegaskan tidak ada kebijakan pembongkaran pagar di Pasar Johar.

“Saya tidak tahu kenapa sampai jadi polemik. Tidak ada itu pembongkaran pagar. Justru kami melakukan penataan,” tegasnya.

Dijelaskan, sebelum adanya aktivitas baru, sebagian area Pasar Johar sempat terbengkalai selama bertahun-tahun.

Karena itu, pihaknya berupaya menghidupkan kembali kawasan tersebut dengan menghadirkan konsep baru.

Menurutnya, Pasar Johar harus tetap hidup dan ramai agar dukungan pembangunan dari pemerintah pusat dapat terus berjalan.

“Kami pastikan, seluruh proses perizinan pendirian Toko Roti Gambang telah melalui prosedur dan mendapat persetujuan dari para pedagang.

“Justru, kehadiran Roti Gambang ini diharapkan bisa mengangkat marwah pasar Johar yang menjadi situs bangunan sejarah perekonomian Kota Semarang,” tutup Aniceto. (ucl/rit)




TERKINI




Rekomendasi

...