JATENGPOS.CO.ID, SALATIGA — Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, tepatnya dekat Simpang Empat Pulutan, Kelurahan Pulutan, Sidorejo, Kota Salatiga, Senin (6/4/2026) sore.
Peristiwa kecelakaan lalu lintas tersebut melibatkan sepeda motor Honda Scoopy No. Pol. H-2756-AYC dengan KBM Truck Box Hino Gandeng No. Pol. K-8346-TK.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara sementara, diketahui bahwa sepeda motor Honda Scoopy yang dikendarai mahasiswi berinisial AS ( 19) melaju dari arah Kecandran menuju Blotongan. Sesampainya di lokasi kejadian, sepeda motor tersebut berupaya mendahului kendaraan Truck Box Hino Gandeng dari sisi sebelah kiri. Namun karena ruang yang tidak cukup, sepeda motor membentur bagian belakang sebelah kiri bodi bak gandeng truk, lalu oleng ke kiri dan terjatuh.
Namun ada momen humanis yang dilakukan petugas dari Polres Salatigga.
Saat kejadian berlangsung, Aipda Agung Dwi P bersama Bripka Drasta dan Brigadir Dimas anggota Satlantas Polres Salatiga yang tengah melaksanakan piket patroli kewilayahan, menerima informasi dari masyarakat terkait adanya kecelakaan lalu lintas di kawasan tersebut.
Tanpa menunggu lama, mereka segera menghentikan laju kendaraan dinas dan bergerak cepat menuju titik kejadian untuk memberikan pertolongan awal, sambil menunggu kedatangan Unit Gakkum Satlantas Polres Salatiga serta mobil siaga ambulance.
Sesampainya di lokasi, pemandangan yang terlihat begitu memilukan. Korban tampak masih tergeletak di pinggir jalan dengan kondisi mengalami luka terbuka dan cedera pada bagian kaki kanan, di tengah hujan yang masih turun membasahi jalanan.
Di saat seperti itulah, yang berbicara bukan sekadar kewajiban sebagai anggota Polri, tetapi nurani seorang manusia.
Melihat kondisi korban yang mengalami luka terbuka dan berada dalam situasi yang sangat rentan, Aipda Agung Dwi P tanpa ragu langsung melepas baju dinas yang dikenakannya untuk menutupi bagian luka korban, sekaligus menjaga kondisi dan martabat korban sambil menunggu bantuan medis tiba di lokasi.
“Ketika datang pertama yang saya lihat adalah korban dengan luka terbuka, sehingga tanpa ragu langsung saya lepaskan seragam saya untuk menutupi luka tersebut, apalagi korban adalah seorang perempuan, kondisinya juga masih hujan,” ujar Aipda Agung Dwi P.
Apa yang dilakukan Aipda Agung bukanlah tindakan besar yang direncanakan, melainkan spontanitas karena panggilan hati yang muncul ketika melihat sesama manusia sedang berjuang menahan sakit.
Berdasarkan hasil penanganan awal, korban mengalami luka berat dan selanjutnya mendapatkan penanganan medis di RSUD dr. Soebarkat Tjitrodarmojo Kota Salatiga. Korban akhirnya meninggal dunia tak lama setelah sempat dirawat di rumah sakit.
Aksi humanis yang dilakukan personel Satlantas Polres Salatiga tersebut pun mendapat apresiasi dari Kapolres Salatiga AKBP Ade Papa Rihi, S.H., S.I.K., M.H., yang menilai bahwa respons cepat dan penuh empati yang ditunjukkan anggotanya merupakan cerminan nyata dari kehadiran Polri yang Presisi, humanis, dan selalu hadir untuk masyarakat.
Kapolres Salatiga menyampaikan bahwa dalam setiap peristiwa kecelakaan lalu lintas, personel Polri dituntut tidak hanya cepat dalam penanganan, tetapi juga harus mampu menghadirkan rasa tenang dan kepedulian kepada korban maupun keluarganya.
“Apa yang dilakukan anggota kami di lapangan adalah bentuk nyata bahwa Polri hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Ketika ada warga yang membutuhkan pertolongan, maka anggota harus hadir dengan hati,” tegas AKBP Ade Papa Rihi, S.H., S.I.K., M.H.( deb)















