JATENGPOS.CO.ID, JAKARTA – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) menjalin kolaborasi strategis untuk mengintegrasikan infrastruktur digital dengan pasokan energi rendah karbon. Kerja sama ini ditandai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) guna mendukung pengembangan green data center berkelanjutan.
Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, dan Direktur Utama PGN, Arief Kurnia Risdianto, di Jakarta. Kolaborasi ini menjadi langkah konkret kedua BUMN dalam mendorong pemanfaatan energi hijau untuk mendukung operasional data center yang efisien dan ramah lingkungan.
Senior Director of Business Performance and Assets Optimization Danantara Indonesia, Bhimo Aryanto mengatakan, sinergi ini menjadi momentum penting integrasi sektor digital dan energi. Kolaborasi tersebut dinilai mampu menciptakan efisiensi sekaligus membuka peluang nilai tambah berkelanjutan.
“Kami melihat kolaborasi ini sebagai momentum penting untuk memperkuat integrasi antara sektor digital dan energi. Sinergi yang dibangun tidak hanya akan menciptakan efisiensi, tetapi juga membuka peluang penciptaan nilai baru yang berkelanjutan, serta memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem digital regional,” ujarnya.
Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini menegaskan, kerja sama ini memperkuat kesiapan infrastruktur digital nasional yang andal. Dukungan energi bersih dinilai krusial untuk mendorong pengembangan data center berkelanjutan sekaligus memperkuat kedaulatan digital Indonesia.
“Kolaborasi ini mendukung kesiapan energi yang bersih dan efisien untuk pengembangan data center yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat kedaulatan digital Indonesia dan mendorong Indonesia sebagai regional digital hub,” ungkapnya.
Direktur Utama PGN, Arief Kurnia Risdianto menyebut, pemanfaatan biomethane menjadi bagian transformasi bisnis menuju energi rendah karbon. PGN tidak hanya berperan sebagai penyedia gas bumi, tetapi juga penyedia energi bersih untuk infrastruktur masa depan.
“PGN telah melangkah lebih jauh dari sekadar penyedia gas bumi konvensional, tetapi juga sebagai penyedia energi bersih yang menjadi fondasi bagi infrastruktur masa depan,” jelasnya.
Kerja sama ini mencakup studi bersama hingga penjajakan implementasi energi hijau pada ekosistem data center TelkomGroup, baik di dalam maupun luar negeri. Pasokan biomethane akan dimanfaatkan dari limbah minyak kelapa sawit di Sumatra untuk mendukung operasional data center.
TelkomGroup memiliki lima wilayah strategis pengembangan data center yang berpotensi didukung energi PGN, yakni Cikarang, Batam, Serpong, Sentul, dan Surabaya. Wilayah tersebut telah terintegrasi jaringan pipa gas PGN sehingga memungkinkan optimalisasi infrastruktur eksisting.
Selain kolaborasi domestik, TelkomGroup juga memperluas kemitraan global melalui kerja sama dengan Sembcorp Development Ltd sejak 2025. Melalui entitas data center NeutraDC, kolaborasi ini difokuskan pada pengembangan AI-ready green data center berbasis energi rendah karbon.
Sinergi domestik dan global ini diharapkan memperkuat posisi TelkomGroup sebagai pemain kunci ekosistem digital regional. Kerja sama ini sekaligus menjadi langkah strategis dalam menghadirkan solusi infrastruktur digital berkelanjutan yang berdaya saing global.(aln)




