Guru dan Relawan Bersihkan 26 Sekolah Terdampak di Sukoharjo


JATENGPOS.CO.ID, SUKOHARJO – Pasca banjir yang merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Sukoharjo pada Rabu (15/4/2026), kondisi air mulai surut sejak Kamis (16/4/2026) dini hari. Merespons hal tersebut, puluhan sekolah yang terdampak langsung tancap gas melakukan kerja bakti guna membersihkan sisa material lumpur dan sampah.

Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sukoharjo, tercatat sebanyak 26 sekolah tingkat SD dan SMP di wilayah Kecamatan Baki, Grogol, dan Kartasura terendam luapan anak Sungai Bengawan Solo. Dampak banjir ini menyasar total 4.108 siswa, dengan rincian 3.199 siswa SD dan 909 siswa SMP.

Kepala Disdikbud Sukoharjo, Havid Danang Purnomo Widodo, menyatakan bahwa fokus utama saat ini adalah percepatan penanganan pascabanjir agar kegiatan belajar mengajar (KBM) tidak terganggu terlalu lama.

Baca juga:  Kolaborasi Bank Jateng dan Stakeholder Properti Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

“Guru, karyawan, hingga paguyuban penjaga sekolah dikerahkan untuk membersihkan lumpur di lantai ruang kelas, ruang guru, hingga halaman. Harapan kami hari ini semua sudah bersih sehingga ruang kelas bisa segera digunakan kembali untuk siswa belajar,” ujar Havid, Kamis (16/4/2026).


Proses pembersihan sekolah ini juga mendapatkan dukungan penuh dari personel gabungan. Di bawah koordinasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo, tim pemadam kebakaran (Damkar), TNI, dan Polri terjun langsung ke lokasi terdampak, khususnya di wilayah Baki dan Grogol. Untuk pembersihan skala besar dilakukan di SMPN 2 Grogol dan SMPN 1 Baki.

Kepala Bidang Damkar Satpol PP Sukoharjo, Margono, menjelaskan bahwa pihaknya mengerahkan armada untuk membantu penyemprotan sisa lumpur yang membandel di area sekolah.

Baca juga:  NU Diharapkan Terus Menjaga Kerukunan Bangsa

“Kami terjunkan dua unit armada supply beserta personel untuk membantu percepatan pembersihan, seperti yang dilakukan di SMP wilayah Baki dan Grogol. Kami bersinergi dengan TNI dan Polri sesuai koordinasi dari BPBD,” jelas Margono.

Ia juga menambahkan bahwa fasilitas umum menjadi prioritas utama dalam penanganan pascabanjir. “Bagi instansi atau fasilitas umum lain yang membutuhkan bantuan serupa, silakan berkoordinasi melalui BPBD sebagai pintu utamanya,” tutupnya. (dea/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...