JATENGPOS.CO.ID, KARANGANYAR – Ancaman krisis pangan dijawab PDIP Karanganyar dengan aksi nyata. Selasa (21/4/2026), DPC PDIP Karanganyar menggelar panen jagung di Dusun Duwet, Desa Koripan, Matesih, sebagai wujud penguatan ketahanan pangan nasional.
Panen itu dihadiri Ketua DPC PDIP Karanganyar Rober Christanto, Sekretaris DPD PDIP Jateng Sumanto, dan jajaran Fraksi PDIP DPRD Karanganyar.
Jagung ini ditanam di lahan 6 hektare milik Desa Koripan yang dikelola gapoktan setempat. Menariknya, 2 hektare di antaranya dulu hutan lebat dan semak belukar tak produktif. Kini lahan itu disulap jadi kebun jagung.
Ketua DPC PDIP Karanganyar Rober Christanto menegaskan, ini bagian dari inisiasi DPP PDIP: menanam pangan pendamping beras. “Program ini sebagai upaya menyiapkan masyarakat menghadapi ancaman krisis pangan, mengingat hingga saat ini Indonesia masih impor beras untuk memenuhi kebutuhan nasional,” ujar Rober.
Sekretaris DPD PDIP Jateng Sumanto mendorong kader di semua daerah menggencarkan gerakan serupa. Selain antisipasi krisis, program ini dinilai mendongkrak ekonomi petani.
“Seorang petani sejatinya hanya butuh lahan seribu meter persegi untuk dapat Rp5–6 juta setiap musim panen, asalkan digarap optimal dan dikelola sendiri,” beber Sumanto.
Ia menekankan diversifikasi pangan wajib digalakkan. “Kalau ke depan terjadi krisis pangan, ini yang harus kita siapkan. Maka kita dorong penanaman pangan pengganti beras. Tidak harus selalu bergantung pada nasi.”
Menurutnya, jagung hingga singkong layak jadi alternatif. “Memang kebiasaan kita belum makan nasi belum kenyang. Tapi kalau kondisi darurat, pangan pengganti itu sudah cukup,” tandasnya.
Lewat panen ini, DPC PDIP Karanganyar berharap gerakan tanam pangan pendamping makin meluas. Selain jaga stok pangan, petani sejahtera. (yas)















