26.3 C
Semarang
Kamis, 23 April 2026

Restorasi Cagar Budaya Keraton Surakarta, Tembok nDalem Prabuwinatan Mulai Diperbaiki




JATENGPOS.CO.ID, SOLO – Upaya pelestarian kawasan cagar budaya di lingkungan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat terus bergulir. Panembahan Agung Tedjowulan secara resmi memberikan izin kepada Yayasan Kusumo Buwono dan Yayasan Warna Warni Indonesia untuk melaksanakan pemugaran tembok nDalem Prabuwinatan yang sempat ambruk akibat faktor usia pada 2018 silam.

Juru bicara KGPH Panembahan Agung Tedjowulan, Kangjeng Prof. (HC) Dr. (HC) Candra Malik Pakoenegoro, menjelaskan bahwa nDalem Prabuwinatan merupakan bagian dari Kawasan Cagar Budaya Peringkat Nasional.

“Setiap tindakan perbaikan yang ada dalam kawasan Keraton Surakarta wajib mengantongi izin dari Panembahan Agung guna menjaga nilai historisnya. Kali ini akan dilakukan restorasi untuk tembok nDalem Prabuwinatan yang akan didukung oleh Yayasan Kusumo Buwono dan Yayasan Warna Warni Indonesia,” ungkap Kangjeng Candra Malik Pakoenegoro, Rabu (22/04).

Baca juga:  Bangkit dari Pandemi, Mortar Merapi dan Ubond Target Kuasai Market Pulau Jawa

Pemberian izin ini tertuang dalam surat bernomor: 19/SKMK.08.2026/PAKKSH/IV/2026 sebagai jawaban atas permohonan yang diajukan oleh Dra. Krisnina Akbar Tanjung, M.Si. selaku ketua kedua yayasan tersebut.


Langkah ini juga selaras dengan Keputusan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2026 yang menunjuk Gusti Tedjowulan sebagai pelaksana perlindungan dan pengembangan kawasan keraton.

Gusti Tedjowulan sangat mengapresiasi inisiatif yayasan ini. Namun, dalam pelaksanaannya, koordinasi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Tengah menjadi syarat mutlak agar proses pengerjaan tetap sesuai dengan kaidah pelestarian cagar budaya. Hal ini juga diperkuat dengan adanya rekomendasi kajian teknis dari Kementerian Kebudayaan.

Sebagai bentuk keseriusan, Gusti Tedjowulan menugaskan empat Sentanadalem, yakni KPH Joyo Adilogo, KRMH Suryo Manikmoyo, KRMH Suryo Kusuma Wibawa, dan KRMH Surya Adimijaya, untuk mendampingi proses pemugaran di lapangan.

Baca juga:  Ganjar Ajak Pecinta Alam dan Warga Jaga Kelestarian Hutan Tawangmangu

Pihak yayasan sendiri memercayakan pengerjaan ini kepada Bintoro Notoraharjo, sosok yang sudah berpengalaman dalam memugar sejumlah nDalem bersejarah lainnya seperti Purwohamijayan dan Kalitan.

Awal pekan ini, dimulainya proses perbaikan telah diawali dengan tradisi wilujengan di pelataran nDalem Prabuwinatan sebagai bentuk permohonan keselamatan dan kelancaran pengerjaan.

Langkah pemugaran ini diharapkan menjadi momentum bangkitnya pelestarian cagar budaya di Surakarta, mengingat pendanaannya juga didukung melalui kegiatan penggalangan dana dalam gelaran budaya Tribute to National Heritage Keraton Surakarta yang diadakan Februari lalu di Jakarta. (dea/rit)




TERKINI




Rekomendasi

...