JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG — RSI Sultan Agung Semarang menggelar kajian doa pagi sekaligus pelepasan calon jemaah haji di Masjid Hamidun Kosim, Kamis (23/4/2026). Kegiatan ini diikuti civitas hospitalia dan masyarakat umum sebagai bentuk penguatan spiritual menjelang keberangkatan ke Tanah Suci.
Acara berlangsung khidmat dengan menghadirkan tausiyah Ustadz Yusuf Mansur. Momentum ini juga dirangkai dengan perpisahan pegawai yang memasuki masa purna tugas.
Sebanyak delapan karyawan RSI Sultan Agung Semarang akan berangkat menunaikan ibadah haji tahun ini. Mereka berasal dari berbagai unit kerja yang selama ini mendukung pelayanan rumah sakit.
Perwakilan calon jemaah, Islachudin Attoyib, menyampaikan rasa syukur atas kesempatan berhaji. Ia menegaskan komitmen menjalankan ibadah dengan penuh kesungguhan dan akhlak yang baik.
“Oleh karena itu kami berjanji akan mengisi setiap langkah kami dengan ibadah yang khusyuk, dengan akhlak yang terpuji,” terangnya.
Ia juga memohon doa restu dari keluarga besar RSI Sultan Agung Semarang. Dukungan tersebut diharapkan menjadi kekuatan selama menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci.
“Kami mohon doa restu semoga Allah SWT melindungi perjalanan kami dan mempertemukan kita kembali dalam keadaan sehat dan bahagia,” ungkapnya.
Direktur Utama RSI Sultan Agung Semarang, dr. H. Agus Ujianto, M.Si.Med., Sp.B., FISQua mengatakan kegiatan ini menjadi wujud kebersamaan dan kepedulian antarpegawai. Nilai tersebut diharapkan memperkuat ikatan kekeluargaan di lingkungan kerja.
“Semua wujud dari rasa saling menyayangi dan saling mensupport di antara kita,” katanya.
Ia menegaskan, ibadah haji merupakan perjalanan iman yang sarat makna. Setiap rangkaian ibadah mengandung nilai ketekunan, kesabaran, dan keikhlasan.
“Shafa dan Marwah adalah bagian dari syiar Allah. Ini bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi perjalanan iman,” ujarnya.
Menurutnya, semangat ikhtiar dalam ibadah sa’i perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai tersebut menjadi bekal penting bagi jemaah setelah kembali ke tanah air.
“Teruslah berikhtiar dengan penuh keyakinan, dan serahkan hasilnya kepada Allah,” pesannya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pegawai yang memasuki masa purna tugas. Pengabdian yang telah diberikan diharapkan menjadi amal jariyah yang terus mengalir.
“Terima kasih atas pengabdian yang telah diberikan. Semoga menjadi amal jariyah dan keberkahan yang terus mengalir,” tuturnya.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Yusuf Mansur mengajak peserta memperbanyak tasbih sebagai bentuk penyucian diri. Ia menekankan pentingnya menjaga keyakinan bahwa setiap ketentuan Allah adalah yang terbaik.
“Allah itu nggak pernah salah, nggak pernah keliru, nggak pernah jelek apalagi jahat,” katanya.
Ia menambahkan, rasa syukur dapat diwujudkan melalui perbaikan ucapan, pikiran, dan perasaan. Sikap tersebut menjadi kunci menjalani kehidupan dengan lebih tenang dan bermakna.
“Di situ kita menjadi hamba Allah yang berbeda dengan tetap bersyukur,” pesannya.(aln)















