JATENNGPOS.CO.ID, KUDUS – Ananda Aulia Putri, mungkin sudah tidak asing lagi di lingkungan Universitas Muria Kudus (UMK). Gadis 18 tahun asal Desa Pladen, Kecamatan Jekulo, ini adalah bukti bahwa sebuah keberanian kecil di masa lalu bisa mengantarkan seseorang ke panggung besar.
Suaranya mencuri perhatian. Bukan di panggung lomba, melainkan di atas podium pengukuhan Guru Besar UMK. Suaranya yang matang dan penuh penghayatan mengiringi prosesi sakral tersebut, sebuah tanggung jawab besar yang diberikan langsung oleh pihak kampus kepadanya.
Siapa sangka, perjalanan musikal mahasiswi Semester II Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ini dimulai dari sebuah ketidaksengajaan. Saat masih duduk di kelas 3 SD, Aulia kecil ‘’ditodong’’ oleh gurunya untuk tampil di sebuah acara sekolah.
‘’Waktu itu hanya diminta tampil, lalu coba-coba nyanyi. Ternyata dari situ guru melihat ada bakat, dan sejak saat itu saya selalu diminta ikut lomba menyanyi setiap tahun,’’ kenang alumni SMA Al Ma’ruf ini.
Namun, bakat saja tidak cukup bagi Putri. Ia mengaku baru benar-benar menemukan rasa percaya diri yang utuh saat menginjak bangku SMP kelas 7. Sejak saat itu, mentalitasnya sebagai ‘petarung’ panggung mulai terbentuk.
Mulai dari juara di tingkat kabupaten hingga nasional pernah ia sabet. Namanya tercatat sebagai jawara di Ramadhan Fest yang diinisiasi Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) hingga kompetisi solo song tingkat nasional di UIN Sunan Kudus.
Di level mahasiswa, ia langsung tancap gas dengan menjuarai Pentas Seni Mahasiswa (Pensima) 2025 dan bakal mewakili kampus di ajang Peksimida Jawa Tengah. Namun, Putri bukan tipe orang yang cepat puas. Ia sadar bahwa suara hanyalah salah satu instrumen ekspresi.
Saat ini, ia pun bergabung dengan Teater Tiga Koma UMK untuk mengasah bakatnya lagi. Di sana, ia mengasah rasa dan olah tubuh, melengkapi kemampuan vokalnya dengan seni peran.
Kemandirian juga menjadi sisi menarik dari sosok Putri. Di luar kesibukan kuliah yang padat, ia aktif membiayai kreativitasnya sendiri. Wajah dan suaranya kerap menghiasi kafe-kafe di Kudus sebagai penyanyi reguler. Bahkan, sepekan terakhir, ia mulai menjajal tantangan baru sebagai host live di TikTok.
‘’Selagi masih muda, saya ingin mencoba banyak hal. Mulai dari panggung teater, lomba, sampai kerja sampingan sebagai host atau menyanyi di resto. Semuanya adalah proses belajar,’’ tutupnya. (han/rit)















