30 C
Semarang
Rabu, 29 April 2026

Wakil Ketua DPRD Jateng Dorong Link and Match Pendidikan dengan Kebutuhan Industri




JATENGPOS.CO.ID SEMARANG – Fenomena mismatch antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri masih menjadi sorotan serius, termasuk di Jawa Tengah.  Dimana ribuan lulusan SMK dan perguruan tinggi setiap tahunnya kesulitan mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan kompetensi yang mereka miliki.

Menyikapi kondisi ini, Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Heri Pudyatmoko mendorong percepatan program Link and Match antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri secara masif dan terukur.

Menurutnya, pendidikan harus menjadi jawaban atas kebutuhan tenaga kerja industri, bukan justru menambah jumlah pengangguran terdidik.

“Link and Match bukan sekadar istilah. Harus ada keselarasan kurikulum, praktik kerja lapangan dan penyerapan lulusan secara nyata oleh industri,” tegas Heri.


Ia juga menyoroti bahwa Jawa Tengah memiliki ribuan SMK dan puluhan perguruan tinggi, namun masih banyak lulusan yang tidak terserap pasar kerja.

Hal ini Nampak dari data Dinas Tenaga Kerja Jateng yang menunjukkan tingkat pengangguran terbuka di kalangan lulusan SMK dan sarjana masih cukup tinggi, terutama di bidang teknologi dan manufaktur. Dimana pada Agustus 2025, tingkat pengangguran terbuka lulusan SMK mencapai 9,2 persen, tertinggi dibandingkan jenjang pendidikan lain.

Baca juga:  Ribuan Keluarga Risiko Stunting Dapat Bantuan Pangan Berprotein

Dalam hal ini, Heri mendorong teraktualisasinya beberapa strategi konkret. Pertama, revisi kurikulum bersama industri agar materi pembelajaran sesuai dengan kebutuhan terkini.

Kedua, perluasan program magang wajib minimal 6 bulan di perusahaan. Ketiga, pembentukan forum link and match yang melibatkan SMK, universitas dan asosiasi industri di setiap kabupaten/kota.

Keempat, sertifikasi kompetensi yang diakui industri agar lulusan langsung siap kerja. Terakhir, peningkatan kerjasama dengan investor besar di kawasan industri seperti Kendal, Batang dan Cilacap untuk rekrutmen langsung lulusan.

Tak hanya itu, Heri juga menekankan pentingnya sinergi antara DPRD, Dinas Pendidikan, Dinas Tenaga Kerja dan pelaku industri.

“Integritas kita diuji saat melihat banyak anak muda menganggur padahal industri kekurangan tenaga terampil,” ujarnya.

Baca juga:  Tertib Administrasi Zakat, 9 Masjid Terima Penghargaan BAZNAS Surakarta

Heri juga mengajak perguruan tinggi dan SMK untuk lebih proaktif mendekati dunia usaha, bukan menunggu perusahaan datang.

“Pendidikan harus mengikuti kebutuhan zaman. Kalau tidak, kita akan terus memproduksi lulusan yang tidak dibutuhkan pasar,” tambahnya.

Melalui komitmen bersama, kata Heri, Jawa Tengah bisa menjadi provinsi percontohan link and match pendidikan dan industri di Indonesia. Terlebih dengan pesatnya laju industri di provinsi ini.

“Ini investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi muda yang kompeten dan berdaya saing,” tuturnya.

“Link and Match yang kuat bukan hanya akan mengurangi pengangguran, tetapi juga mempercepat pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang lebih inklusif dan berkualitas,” pungkasnya. (sgt)




TERKINI




Rekomendasi

...