26 C
Semarang
Kamis, 30 April 2026

DPR RI: Petani Kini Sumringah Tak Dipermainkan Tengkulak




JATENGPOS. CO ID, SRAGEN – Stok pangan aman, petani sumringah. Anggota DPR RI Sriyanto Saputro pastikan ketersediaan beras Jawa Tengah berlebih. Saat sidak ke Bulog Sragen dan Karanganyar, Kamis (30/4/2026), ia menyebut stok Jateng tembus 370 ribu ton.

“Se-Jawa Tengah itu ternyata stoknya sudah mencapai 370 ribu ton. Di wilayah Surakarta itu 79 ribu ton. Ini artinya ketersediaan ini bisa untuk bahkan sembilan bulan ke depan,” tegas Sriyanto dari Fraksi Gerindra. “Yang intinya, masyarakat tidak perlu resah bahwa stok pangan kita bercukup.”

Sriyanto sebut kebijakan Presiden Prabowo patok HPP gabah Rp6.500 bikin dampak besar. “Petani semakin bergairah, sehingga tidak lagi dipermainkan oleh para tengkulak.”

Bulog pun disebut jemput bola. “Ketika suatu daerah ternyata sudah menumpuk, saya harus lari ke daerah lain untuk mengisi. Nah ini tentunya sesuai dengan harapan Pak Presiden,” ujarnya.


Baca juga:  Bawa Sabu 1,38 Gram, Pria Ngadirojo Dicokok Polisi

Di Sragen, ia kagum lihat Sentral Penggilingan Padi di Sragen, penggilingan modern berkapasitas 120 ton. “Dari hasil pangan petani ditampung, kemudian diolah, kemudian dikeringkan. Ini saya kira sangat membantu. Inilah arti penting bahwa negara hadir.” Harga pupuk subsidi turun 20% juga jadi kabar baik.

Ditanya BMKG proyeksi El Nino mulai Mei. Sriyanto minta Bulog tak lengah. “Meskipun sudah berlimpah, ya ini stoknya sudah berlimpah, maka maksudnya bukan berhasil terus tidur. Ini terus dilakukan membeli gabah dari para petani,” katanya. “Kita kan tidak tahu El Nino nanti berapa lama. Setidaknya kalau itu terjadi stok pun juga bercukup.”

Diversifikasi pangan juga jalan. Jagung untuk pakan ternak disiapkan. Polowijo di Solo Raya dipastikan aman.

Baca juga:  LAPAAN RI Desak Audit Bumdes Berjo

Kepala Pimpinan Wilayah (Kapinwil) Bulog Jateng, Sri Muniati ungkap stok beras dan minyak goreng aman untuk bantuan pangan. Minyakita disalurkan ke pengecer pasar rakyat seharga Rp14.500, dijual ke masyarakat maksimal HET Rp15.700.

“Ini salah satu upaya untuk memotong mata rantai distribusi terlalu panjang,” jelasnya. Masalahnya, Bulog hanya pegang kuota 70% dari 35% DMO minyakita. “Pak Dirut Bulog juga sudah menyampaikan usulan kiranya bulog ditambah kuotanya,” ujar Sri. Sisanya 65% masih lewat jaringan produsen.

Dengan stok 370 ribu ton dan Bulog agresif serap gabah, Sriyanto yakin swasembada pangan bukan mimpi. “Cita-cita kita bersama memakmurkan masyarakat, terutama para petani bisa segera terwujud.” (yas)




TERKINI




Rekomendasi

...