JATENGPOS.CO.ID, SRAGEN – Sebanyak 849 buruh PT CWII Sragen dipastikan tak diperpanjang kontrak. Ironis, PHK massal itu datang bersamaan dengan terbongkarnya praktik rekrutmen tidak manusiawi: calon pekerja diminta lepas baju saat seleksi.
PT CWII, pabrik manufaktur plastik, molding, mainan anak, dan boneka itu melepas karyawannya bertahap. Puncaknya Selasa (28/4/2026) lalu. “Pemanggilan dibagi dua sesi. Kalau jumlah pastinya kurang tahu, tapi kemarin ada sekitar 100-an orang yang dikumpulkan,” kata M, salah satu buruh.
Luka buruh makin dalam. Untuk masuk pabrik, mereka harus lewati seleksi yang merendahkan martabat.
“Dulu waktu masuk diminta lepas pakaian, berjejer berenam,” ungkap seorang buruh.
Praktik itu berlaku bagi laki-laki dan perempuan: hanya boleh pakai pakaian dalam saat tes.
Kini, setelah tenaga mereka diperas, 849 orang ditendang tanpa perpanjangan kontrak.
Kepala Disnaker Sragen, Rina Wijaya, benarkan PHK massal itu. “Ada laporan masuk. Kontrak kerja yang sudah habis memang tidak diperpanjang oleh perusahaan. Total yang dilaporkan ke kami mencapai 849 orang, terhitung mulai April 2026 ini,” terangnya, Kamis (30/4).
Soal “buka baju” saat rekrutmen, Rina tak tutup mata. “Kami akan lakukan tabayyun ke perusahaan terlebih dahulu. Kami perlu mendengar penjelasan mereka agar informasinya seimbang dan objektif,” tegasnya.
Hingga kini, belum ada tanda PT CWII buka rekrutmen baru. (yas/rit)













