JATENGPOS.CO.ID, SOLO — Universitas Islam Batik (Uniba) Surakarta kembali menorehkan sejarah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dengan menyelenggarakan Wisuda Sarjana Angkatan 58 dan Magister Angkatan 37. Prosesi sakral yang diikuti oleh 220 wisudawan tersebut berlangsung khidmat di Gedung Graha Saba Buana, Surakarta, Selasa (5/5/2026).
Sidang Senat Terbuka dipimpin langsung oleh Ketua Senat Uniba Surakarta, Dr. Suhendro, SE., M.Si, Ak. Dalam laporan akademik, tercatat 220 wisudawan berasal dari empat fakultas, terdiri dari 185 lulusan sarjana dan 35 lulusan magister. Sebanyak 181 wisudawan atau mayoritas dari peserta wisuda berhasil meraih predikat Cumlaude.
Capaian akademik tertinggi diraih oleh Sri Lestari dari Program Magister Manajemen dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4.00. Di tingkat sarjana, beberapa nama mencatatkan nilai gemilang seperti Ega Nanda Okta Athalia (Akuntansi) dengan IPK 3.98, Tarisa Firda Saniyyah (Manajemen) 3.96, serta Marisa Putri Ardiani (Hukum) 3.93.
Momen unik terjadi saat pemberian penghargaan kepada wisudawan kategori pasangan suami-istri. Mereka adalah Eko Lugi Baitusta dan Annida Salma Hasanain dari Prodi Hukum, serta Sugiyarto dan Ary Astuti dari Prodi Agroteknologi.
Keberhasilan Uniba dalam mencetak lulusan berdaya saing global juga terlihat dari kisah Elma Putri Nastasya. Wisudawati Prodi Agroteknologi ini berhasil menyelesaikan studinya meski sempat menjalani magang internasional di Jepang selama delapan bulan.
Rektor Uniba Surakarta, Ipmawan Muhammad Iqbal, dalam pidatonya memberikan pesan mendalam bagi para alumni. Ia menegaskan bahwa gelar akademik adalah amanah untuk menebar manfaat, bukan sekadar alat menumpuk harta.
Di era disrupsi ini, Rektor menekankan tiga poin penting: menjadi pembawa solusi di tengah kekacauan, menanggalkan ego untuk membangun sinergi tim, serta meningkatkan spiritualitas dalam setiap langkah.
“Jangan menjadi sarjana yang hanya menjadi tukang ketik atau tukang suruh. Jadilah intelektual Muslim yang membawa nafas Rahmatan lil Alamin. Dunia saat ini tidak lagi membutuhkan orang yang hebat sendirian, melainkan tim yang solid dan saling menguatkan,” tegas Ipmawan.
Acara ditutup dengan penampilan menyentuh dari Unit Kegiatan Mahasiswa Paduan Suara Mahasiswa (PSM) yang membawakan kombinasi lagu tradisional dan kontemporer, mengiringi langkah awal para alumni baru untuk berkontribusi nyata di tengah masyarakat. (dea/rit)













